Berita

Trump memberikan pengampunan/CNN

Dunia

Tradisi Thanksgiving, Trump Ampuni Seekor Kalkun

RABU, 22 NOVEMBER 2017 | 14:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengampuni seekor kalkun bernama Drumstick pada hari Selasa (21/11).

Ini adalah tradisi tahunan yang biasa dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat yang menjabat sejak masa Abraham Lincoln jelang Thanksgiving.

Sambil bercanda, Trump mengatakan bahwa ia memang kerap mengambil kebijakan yang membalikkan kebijakan pemerintahan sebelumnya. Namun demikian, ia tidak akan membalikkan kebiasaan untuk mengampuni kalkun.


"Seperti banyak dari Anda tahu, saya telah aktif dalam menjungkirbalikkan sejumlah tindakan eksekutif oleh pendahulu saya.Namun, saya telah diberitahu oleh dewan dewan Gedung Putih bahwa pengampunan Tater dan Tot tidak dapat dicabut, jadi saya tidak Akan mencabutnya, Tater dan Tot, kamu bisa tenang," kata Trump seperti dimuat CNN.

Semasa menjabat, Trump pernah mengeluarkan satu pengampunan di kantor dengan memaafkan sheriff kontroversial Joe Arpaio, yang telah menindak para imigran dan menolak perintah pengadilan. Tapi ini pengampunan perdana untuk kalkun.

Trump juga melanjutkan tradisi melontarkan lelucon dalam prosesi pengampunan tersebut.

"Selama 10 bulan terakhir, Melania dan saya dengan senang hati menyambut banyak pengunjung istimewa ke Gedung Putih yang hebat," kata Presiden Trump.

"Kami menerima puluhan pemimpin dunia yang luar biasa, anggota kongres dan juga, beberapa burung yang sangat aneh. Kami belum menerima pengunjung seperti penghormatan kehormatan kami hari ini, Drumstick," kata Trump sebelum beralih ke kalkun dan "Hi, Drumstick."

"Drumstick saya pikir akan sangat senang," katanya.

"Saya senang melaporkan bahwa tidak seperti jutaan kalkun lain saat ini, Drumstick memiliki masa depan yang sangat cerah di depannya," tambah Trump.

"Hari ini dalam semangat Thanksgiving, saya akan memberikan pengampunan presiden ke kalkun," demikian Trump. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya