Berita

Uber/Net

Dunia

Uber Bayar Hacker Untuk Tutupi Peretasan Data Besar-besaran

RABU, 22 NOVEMBER 2017 | 13:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perusahaan teknologi Uber Technologies Inc [UBER.UL] membayar hacker sebesar 100 ribu dolar AS untuk merahasiakan pelanggaran besar tahun lalu yang mengungkapkan informasi pribadi sekitar 57 juta akun pengguna Uber.

"Semua ini seharusnya tidak terjadi, dan saya tidak akan membuat alasan untuk itu," kata Dara Khosrowshahi, yang menggantikan mantan pendiri Travis Kalanick sebagai CEO pada bulan Agustus lalu, seperti dimuat Reuters pekan ini.

Peretasan tersebut terjadi pada bulan Oktober 2016 namun Khosrowshahi mengatakan bahwa dia baru saja mempelajarinya.


Dua hacker mendapatkan akses ke informasi kepemilikan yang tersimpan di GitHub, sebuah layanan yang memungkinkan para insinyur berkolaborasi dalam kode perangkat lunak. Di sana, kedua orang tersebut mencuri data data driver dan pengendara.

Juru bicara GitHub mengatakan bahwa peretasan tersebut bukan akibat kegagalan keamanan GitHub.

Dalam insiden tersebut, informasi yang dicuri termasuk nama, alamat email dan nomor ponsel pengguna Uber di seluruh dunia, dan nama dan nomor lisensi 600.000 pengemudi Amerika Serikat.

Namun Uber memasrikan bahwa penumpang Uber tidak perlu khawatir karena tidak ada bukti kecurangan. Sedangkan pengemudi yang nomor lisensinya telah dicuri akan diberi perlindungan pencurian identitas dan pemantauan kredit gratis oleh Uber.

Uber membayar Hacker untuk menghancurkan data yang diretas dan untuk menutupi kasus peretasan tersebut.

Kasus peretasan merupakan kontroversi lainnya yang menimpa Uber selain pelecehan seksual beberapa waktu lalu.

Penemuan tersebut mengakibatkan pemecatan dua karyawan yang bertanggung jawab atas tanggapan terhadap peretasan tersebut.

"Meskipun saya tidak dapat menghapus masa lalu, saya dapat melakukan atas setiap karyawan Uber bahwa kami akan belajar dari kesalahan kami," kata Khosrowshahi.

"Kami mengubah cara kami menjalankan bisnis, menerapkan integritas pada inti setiap keputusan yang kami buat dan bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan kami," sambungnya. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya