Berita

net

Politik

Buwas Datang, Jateng Cemerlang

Spanduk Bertebaran Hingga Ke Kantor Polisi
RABU, 22 NOVEMBER 2017 | 13:30 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Spanduk meminta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Budi Waseso turun gunung mencalonkan diri sebagai gubernur dalam Pilkada Jawa Tengah 2018 mulai bertebaran.

Spanduk berwarna merah bertuliskan "Rakyat Jateng Memanggil Putera Daerahnya” bertebaran di kota-kota di Jawa Tengah. Di beberapa tempat, spanduk bahkan terpasang di dekat kantor kepolisian. Spanduk berukuran sedang itu cukup menarik perhatian pengendara kendaraan karena warnanya yang mencolok.

Dalam spanduk itu ada photo Budi Waseso memakai stelan jas berwarna hitam memakai kopiah lalu ada tagline “Cerdas, Tegas, Berintegritas”. Ada juga tulisan “Buwas Datang, Jateng Cemerlang” disertai logo Jateng bebas penyalahgunaan narkoba. Spanduk ini dikeluarkan oleh Relawan Jateng Gemilang.


Munculnya banyak spanduk Komjen Pol Budi Waseso ini menambah semarak pilkada Jateng. Buwas, demikian Budi Waseso kesohor, pernah diminta untuk mencalonkan diri menjadi gubernur di Jawa Tengah.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham pernah menyebut nama Kepala Badan Narkotika Nasional ini masuk dalam bursa calon Gubernur Jawa Tengah yang akan diusung Golkar.

"Ada perkembangan usulan tentang Pak Buwas,” kata Idrus di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jakarta, Jumat, (22/9).

Selain itu, Partai Amanat Nasional juga mempertimbangkan sosok mantan Kabareskrim ini untuk maju dalam Pilgub Jawa Tengah 2018. Buwas dinilai  sudah mempunyai sikap kepemimpinan yang tidak diragukan.

“Ya dari diskusi-diskusi internal kita, Buwas lebih cocok. Kan sudah teruji kepemimpinannya dan jam terbang sudah jelas," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Yandri bahkan menjelaskan, jika Buwas ingin menjadi cagub dalam Pilgub Jateng, PAN tidak akan memaksanya menjadi kader.

Nama Buwas kembali mencuat jelang pendaftaran ke KPUD ini dianggap wajar oleh pengamat politik dari Konsepindo Research and Consulting, Veri  Muhlis Arifuzzaman.

Menurutnya saat menghadapi kebuntuan politik memang seringkali publik menghadirkan tokoh alternatif.

Oleh karena Buwas merupakan putera daerah dan merupakan tokoh nasional yang eksis, maka upaya menarik-tarik Buwas supaya kembali ke Jateng untuk membangun daerahnya tidak bisa dihindari. Apalagi saat yang sama, ada isu negatif yang membayangi pejabat petahan terkait kasus korupsi E-KTP.

"Pak Buwas diminta orang Jateng untuk turun gunung itu biasa, tinggal apakah secara personal beliau mau atau tidak. Persoalan teknis seperti partai politik dan kesiapan jaringan pemenangan saya kita bisa menyusul, sepanjang terbangun kesepakatan politik,” ujar saat dimintai komentar mengenai fenomena Rakyat Jateng Memanggil Putera Daerahnya, Rabu (22/11).

Pengamat politik alumni UIN Jakarta ini menyatakan, Ganjar Pranowo memang hingga saat ini memiliki elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon Gubernur Jawa Tengah. Namun bukan berarti politikus PDIP yang saat ini menjabat Gubernur Jateng itu tak punya titik lemah.

Ada kekhawatiran warga bahwa dirinya akan terseret kasus E-KTP apalagi namanya selalu disebut-sebut termasuk oleh Nazaruddin, turut menikmati uang haram itu.

"Jadi jika Buwas serius dan mau, saya kira akan ada cukup partai yang siap mengusungnya,” pungkasnya. [sam]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya