Berita

Foto/Net

Hukum

Supir Grab Kurang Ajar

Coba Perkosa Mahasiswa Turki
RABU, 22 NOVEMBER 2017 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai, percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh driver Grab terhadap mahasiswa asal Turki di Kuta, Bali terjadi karena ketidakjelasan kebijakan pe­rusahaan yang mengatur mitra driver.

Seperti diketahui, Senin (13/11) lalu, tepatnya di Jimbaran-Bali, mahasiswi Turki berinisial NB (27) menjadi korban percobaan pemerkosaan oleh terduga pelaku berinisial ESLB (23) yang bertugas seba­gai driver ojek online Grab.

Ketua Komnas Perempuan Azriana menilai kebijakan pengoperasian Grab, harus dimaksimalkan agar keja­dian yang sama tidak terulang. "Dengan adanya kasus ini, kebijakan di manajemen Grab terlalu longgar. Meski mereka bilang ini tanggung jawab driver, tapi tetap mengecewakan pengguna jasa," katanya.


Azriana meminta manaje­men Grab agar segera mem­benahi regulasi dan meka­nisme di intern perusahaan untuk para driver mereka. Misalnya diadakan semacam pelatihan untuk para driver agar moral mereka bisa ter­latih dengan baik dalam me­layani penumpang. Selain itu, adanya sanksi tegas untuk driver yang melanggar, juga sangat diperlukan.

"Ini untuk menjamin agar kasus yang sama tidak teru­lang. Karena bukan saya saja, tapi semua tidak ingin pasti, perempuan menjadi objek kek­erasan seksual," ungkapnya.

Tidak hanya itu, selain ber­tanggung jawab dari sisi hu­kum, perusahaan Grab juga harus meminta maaf kepada korban percobaan pemerko­saan sebagai bentuk rasa ber­salah dan menjamin kejadian yang sama tidak terulang.

Tekait hal ini, Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan Iptu M.Nurul Yakin mengatakan, peristiwa pemerkosaan yang nyaris menimpa NB terjadi pada Senin (13/11) malam. "Nyaris terjadi pemerkosaan yang menimpa korban war­ga Turki di sebuah di Jalan Uluwatu," ujarnya.

Peristiwa bermula ketika korban memesan layanan ojek Grab dari Bali Galeria Kuta, tu­juan Bali Buda Sanur. Setelah urusan di Sanur selesai, korban kembali memesan layanan Grab untuk mengantarkannya pulang ke tempat tinggalnya di Jimbaran, Badung. Ternyata, saat itu yang datang adalah ESLB.

Selanjutnya, ESLB memboncengkan NB mengarah ke Jimbaran, Kuta Selatan. Sesampainya di simpang McDonald's dalam perjalanan menuju Jimbaran, tiba-tiba ESLB membelokkan sepeda motornya ke kanan menuju semak-semak.

Selanjutnya, ESLB menghentikan kendaraannya dan meminta NB untuk turun. Lokasinya tak jauh dari Hotel Muvenpik di Jalan Uluwutu II, seberang Gang Buana Sari, Jimbaran, Kuta Selatan.

Setelah itu, ESLB berusaha mencabuli korban. Seketika korban melawan, tapi pelaku berupaya lebih keras dengan membanting korban dan segera menciumnya. Saat ESLB be­raksi, NB berupaya memba­las. "Diduga saat itulah lidah pelaku digigit hingga hampir putus," kata Iptu Yakin. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya