Berita

Assad Dan Putin/Press TV

Global

Bertemu Assad, Putin: Perang Di Suriah Hampir Usai

SELASA, 21 NOVEMBER 2017 | 14:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan rekannya dari Suriah, Bashar Assad di Sochi awal pekan ini.

Pertemuan keduanya diisi mengenai pembahasan soal proses politik di Suriah. Putin mengatakan bahwa perang melawan terorisme di negara yang dilanda krisis itu sudah hampir selesai.

Dalam kesempatan tersebut, Putin juga mengucapkan selamat kepada Assad atas hasil dalam perang melawan terorisme. Putin pun membahas soal penyelesaian politik di Suriah dengan Bashar Assad, dengan mengatakan bahwa dirinya yakin harus berada di bawah naungan PBB. Ia pun menuturkan harapannya agar badan internasional tersebut Assad mengatakan bahwa Damaskus tertarik pada kemajuan solusi politik terhadap krisis dan bahwa situasi saat ini optimis dalam hal itu.


Menaggapi hal tersebut, Assad mengatakan bahwa ia berharap bantuan Rusia untuk memastikan bahwa orang-orang Suriah sendiri yang memimpin proses tersebut.

"Kami menyambut mereka yang benar-benar tertarik pada penyelesaian politik (di Suriah), kami siap berdialog dengan mereka," kata Assad.

Sejak dimulainya operasi Rusia di Suriah pada tahun 2015, banyak wilayah di negara ini telah dibebaskan dari teroris, kata Assad. Orang-orang Suriah yang harus meninggalkan daerah ini karena ancaman teroris sudah bisa pulang ke rumah.

Putin menimpali dengan mengatakan bahwa perundingan yang diadakan berulang kali di ibukota Kazakhstan, Astana demi memberikan kontribusi besar terhadap penyelesaian konflik tersebut.

"Karena perundingan di Astana, kami berhasil menciptakan zona de-eskalasi, dan ini, pada gilirannya, memungkinkan kami memulai dialog nyata dengan oposisi untuk pertama kalinya," kata Putin seperti dimuat Russia Today.

Kunjungan Assad ke Rusia dan pembicaraannya dengan presiden Rusia itu berlangsung selama empat jam.

Rusia diketahui meluncurkan operasi kontra-terorisme di Suriah atas permintaan Damaskus pada bulan September 2015. Angkatan Udara Rusia telah membantu Angkatan Darat Suriah dalam perang melawan teroris selama sekitar dua tahun.

Pada bulan Maret 2016, Putin memerintahkan penarikan sebagian dan mengatakan bahwa tujuan utama operasi telah tercapai. Namun, pesawat yang tersisa terus membantu Angkatan Darat Suriah dalam perang melawan ekstremis. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya