Berita

Antoinio Guterres/Net

Dunia

Sekjen PBB Khawatir Dengan Penjualan Migran Afrika

SELASA, 21 NOVEMBER 2017 | 13:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekjen PBB António Guterres merasa ngeri dengan laporan terbaru CNN soal masih adanya laporan yang menunjukkan bahwa migran Afrika dijual sebagai budak dan meminta segera dilakukan penyelidikan atas hal tersebut.

Guteres menyebut bahwa laporan tersebut menunjukkan beberapa pelanggaran hak asasi manusia yang paling mengerikan dan mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Saya membenci tindakan mengerikan ini dan meminta semua pejabat yang berwenang untuk menyelidiki kegiatan ini tanpa penundaan dan untuk membawa pelaku ke pengadilan," kata Guterres.


"Saya telah meminta aktor Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan untuk secara aktif melakukan hal ini," sambungnya,

Ia juga mendorong masyarakat internasional untuk bersatu dalam masalah ini dan meminta semua negara untuk mengadopsi Konvensi PBB Menentang Kejahatan Terorganisir Transnasional dan protokolnya mengenai perdagangan manusia.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa cerita Libya memberi peringatan tentang kebutuhan untuk mengelola arus migrasi dengan cara yang manusiawi yang menangani akar permasalahan, meningkatkan kesempatan untuk migrasi legal dan mengurangi penyelundup.

Laporan CNN sendiri dibuat setelah mendapatkan cuplikan lelang manusia di Libya, tim CNN kemudian melakukan perjalanan pada bulan Oktober ke negara tersebut untuk diselidiki. Hasilnya, ditemukan puluhan pria dijual di sebuah pelelangan di luar ibukota, Tripoli. Beberapa di antaranya dijual dengan harga 400 dolar AS. Kru tersebut diberitahu tentang pelelangan yang berlangsung di sembilan lokasi di negara tersebut.

Pihak berwenang Libya telah melancarkan penyelidikan resmi terhadap pelelangan tersebut serta Badan Imigrasi Anti-Illegal pemerintah.

"Prioritas penyelidikan tidak hanya untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas tindakan tidak manusiawi ini, tetapi juga untuk mengidentifikasi lokasi orang-orang yang telah dijual untuk membawa mereka ke tempat yang aman dan mengembalikan mereka ke negara asal mereka," kata Anes Alazabi, seorang pejabat dengan agen tersebut.

Berita tentang pelelangan tersebut memicu protes di luar Kedutaan Besar Libya di Paris, dan bintang sepak bola Prancis Paul Pogba mengangkat isu tersebut setelah mencetak gol untuk klubnya, Manchester United, pada hari Sabtu, meletakkan pergelangan tangannya bersama seolah-olah mereka diborgol. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya