Berita

Ilustrasi/Net

Global

Gali Lubang Dengan Ubin Rusak, 20 Warga Uighur Kabur Dari Penjara Thailand

SELASA, 21 NOVEMBER 2017 | 09:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 25 orang etnis Uighur dari China melarikan diri dari sebuah pusat penahanan Thailand baru-baru ini.

Mereka kabur dengan cara menggali lubang di dinding sel dengan ubin yang rusak dan menggunakan selimut untuk memanjat kawat berduri di dekat perbatasan Malaysia.

Namun petugas berhasil menangkap lima orang di antaranya, sedangkan 20 lainnya berhasil kabur.


"Hujan lebat membantu menutupi suara pelarian yang nyaring," kata petugas setempat seperti dimuat BBC.

Narapidana tersebut termasuk di antara kelompok yang terdiri lebih dari 200 orang Uighur yang ditahan pada tahun 2014.

Ratusan warga Uighur Muslim telah meninggalkan wilayah asal Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir dengan tuduhan melakukan penindasan. Tuduhan tersebut ditolak oleh China. Bagi China, mereka merupakan migran ilegal.

Dia mengatakan bahwa pos pemeriksaan telah dipasang di sepanjang perbatasan.

Banyak orang Uighur melarikan diri ke Asia Tenggara yang ingin bepergian ke Turki. Ada sebuah protes saat Thailand mengembalikan lebih dari 100 orang Uighur ke China pada bulan Juli 2015.

Awal tahun itu sebuah pengadilan di Thailand telah memutuskan bahwa sekelompok orang Uighur dapat tetap ditahan sampai kebangsaan mereka terbukti. Baik China dan Turki mengklaim mereka sebagai warganya.

Mereka yang melarikan diri pada hari Senin tidak memiliki dokumen dan kewarganegaraan mereka tidak dapat ditentukan. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya