Berita

Kemenkop Dorong Wirausaha Pemula Bentuk Jaringan Usaha

MINGGU, 19 NOVEMBER 2017 | 13:38 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Koperasi dan UKM mendorong penerima program pemerintah khususnya wirausaha pemula (WP) dapat memelopori pembangunan jaringan usaha.

Hal itu disampaikan Asisten Deputi Permodalan pada Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto saat memberikan bantuan pemerintah kepada delapan penerima WP di Sorong, Papua Barat, Minggu (19/11).

"Oleh karena itu, ke delapan orang penerima wirausaha pemula dapat mempelopori membangun jaringan usaha dan membentuk wadah yang legal," pinta Luhur.


Kemenkop dan UKM mendukung pengembangan WP di wilayah timur tepatnya di Kabupaten Sorong. Sejak ada program WP baru tahun 2017 di Kabupaten Sorong jumlah penerima WP baru sebanyak delapan orang.

"Tentunya para penerima harus memanfaatkan dengan baik dana bantuannya, sehingga dapat meningkatkan dan mengembangan usahanya," ujar Luhur.

Usaha yang dikelola para penerima WP umumnya yakni budidaya ikan, ternak ayam dan pembuatan kerupuk. Luhur mengataka biasanya kendala yang dihadapi peternak unggas maupun budidaya ikan adalah pakan ternak maupun pelet yang biasanya mahal dan didatangkan kemungkinan dari luar Kabupaten Sorong.

Maka dengan membangun jaringan usaha dan membentuk wadah yang legal pembelian pakan diharapkan akan lebih murah. Tidak hanya itu, kebutuhan benih ikan atau anak ayam mungkin dapat dipasok oleh WP yang melaksanakan pembibitan.

Harapan Sidabutar, kepala Bidang Pemberdayaan KUKM yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong menyambut baik atas disetuuinya proposal para WP. Hal ini sejalan dengan program pemerintah daerah untuk memperkuat UMKM dengan target 40 UMKM pertahun.

Saat ini, belum satu pun UMKM di Kabupaten Sorong yang memiliki Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMKM), meskipun program IUMKM telah diluncurkan oleh Kemenkop UKM sejak tiga tahun lalu. UMKM hanya memiliki keterangan usaha dari kelurahan.

"Saat ini, sudah diajukan konsep Peraturan Bupati tentang IUMK ke Biro Hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong, mudah-mudahan cepat ditandatangani Bupati," ungkap Sidabutar.

Agustinus Slamet, salah saorang penerima WP mengaku merintis usaha budidaya ikan lele sejak 1 tahun yang lalu, namun kendala yang yang sering dihadapi yakni, pakan ternak yang cukup mahal.

Maka, dengan adanya bantuan dari Kemenkop dan UKM ini akan ia dipergunakan selain modal untuk pengadaan pakan juga dipergunakan untuk membeli paranet (jaring kelambu) dan tangki oksigen.

Agustinus membudidayakan pembibitan ikan lele dan pembesaran. Dengan dibantu tigaanggota keluarga omset yang diperoleh atas penjualan bibit dan lele siap konsumsi sekitar Rp 50 juta per bulan dan keuntungan bersih rata-rata sekitar Rp 15 juta per bulan.

"Dalam pemasaran lele selain Kabupaten Sorong, juga ke Kabupaten sorong Selatan, Fakfak dan Raja Ampat," kata Agustinus.

Lain halnya dengan Irfandi yang mengaku baru menggeluti usaha ternak ayam kampung dengan indukan enam ekor dan ayam jantan dua ekor serta melakukan pembesaran dari masyarakat sekitar. Setiap minggu, ia dapat menjual sekitar 80 ekor ayam kampung ke katering Pertamina. Omset yang diterima sekitar Rp 60 juta per minggu dengan pendapatan bersih sekitar Rp 4 juta per minggu.

"Dengan dana bantuan yang akan diterima, direncanakan akan dipergunakan untuk pengadaan freezer, mesin penetas dan pakan," ungkapnya.

Sedangkan Dadang merintis usaha pembuatan kerupuk rasa bawang. Per hari dapat memproduksi sebanyak 30 kilogram dan menjualnya ke pasar sekitar Kabupaten Sorong dengan omset sekitar Rp 500 ribu dan mendapat keuntungan bersih rata-rata sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 170 ribu per hari.

"Dana bantuan akan dipergunakan untuk pembelian mesin pemotong, mesin molen, mesin pres untuk kemasan dan bahan baku. Saya juga akan membuat diversifikasi rasa kerupuk misalnya, rasa udang atau ikan, sehingga akan meningkatkan produksi per hari," imbuhnya. [wah]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya