Berita

Suka cita warga Zimbabwe/BBC

Dunia

Suka Cita Warga Dukung Tentara Desak Mugabe Mundur

SABTU, 18 NOVEMBER 2017 | 18:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sorak-sorai kegembiraan terjadi di jalanan ibukota Zimbabwe, Harere jelang akhir pekan ini untuk mendesak Presiden Robert Mugabe mundur dari kekuasaan. Mereka merayakan "akhir" dari cengkraman kekuasaan Presiden Robert Mugabe.

Banyak warga sipil memeluk tentara yang berjaga di banyak tempat di ibukota sejak awal pekan ini sebagai bentuk ucapan terimakasih atas intervensi damai yang dilakukan oleh tentara.

Aksi warga di jalanan tersebut didukung oleh tentara dan anggota partai Zanu-PF yang berkuasa.


"Sebagai orang Zimbabwe, kami mengatakan kepada tentara kami. Terima kasih banyak atas intervensi damai ini," kara salah seorang warga di lokasi seperti dimuat BBC.

"Bagi kami, ini tentang berakhirnya pemerintahan otoriter dan kami akan membawa Zimbabwe kembali," sambungnya.

Tentara Zimbabwe diketahui mengambil alih kekuasaan sejak awal pekan ini. Mereka mengatakan bahwa ini bukanlah bentuk kudeta, melainkan hanya untuk "membersihkan" orang-orang jahat di sekitar Mugabe.

Mugabe sendiri diketahui telah berada di bawah tahanan rumah sejak pengambilalihan tentara pada hari Rabu (15/11), namun pada hari Jumat dia tampil di publik pertamanya. Dia hanya berbicara untuk membuka wisuda di sebuah universitas di mana dia adalah kanselir.

Pengambilalihan kekuasaan di Zimbabwe bermula dari situasi politik yang memanas di mana Mugabe memecat  Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa minggu lalu. Ia merupakan calon yang digadang-gadang akan bisa menggantikan Mugabe di kursi presiden.

Dengan dipecatnya Mnangagwa, jalan bagi Grace Mugabe, istri Robert Mugabe semakin terbuka lebar. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya