Berita

Kuwait Airlines/Net

Dunia

Pengadilan Jerman Putuskan Maskapai Kuwait Tak Bersalah Usir Warga Israel

JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 09:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan Jerman memutuskan bahwa sebuah maskapai Kuwait memiliki hak untuk menolak membawa seorang warga Israel sebagai penumpang.

Putusan tersebut berkaitan dengan kasus di mana Kuwait Airways membatalkan tiket seorang penumpang dari Frankfurt ke Bangkok beberapa waktu lalu karena ia merupakan warga negara Israel.

Penumpang yang tidak terima megajukan gugatan ke pengadilan Frankfurt. Namun pengadilan tersebut memutuskan bahwa mereka menghormati undang-undnag Kuwait yang tidak mengakui negara Isael.


Putusan itu membuat kelompok Yahudi geram dan menilai bahwa hal itu merupakan bentuk anti-Semitisme.

"Tidak dapat diterima bahwa perusahaan asing yang beroperasi berdasarkan hukum nasional anti-Semit harus diperbolehkan melakukan bisnis di Jerman," begitu pernyataan Dewan Pusat Yahudi di Jerman.

"Kami mendesak pemerintah federal untuk memeriksa semua jalan hukum untuk mencegah kasus diskriminasi semacam itu di masa depan," sambungnya.

Nathan Gelbart, pengacara penumpang tersebut, menyebutnya sebagai keputusan memalukan untuk demokrasi dan untuk Jerman. Ia mengatakan bahwa kliennya akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Walikota Frankfurt, Uwe Becker, juga mengkritik keputusan tersebut.

"Sebuah maskapai penerbangan yang melakukan diskriminasi dan anti-Semitisme dengan menolak menerbangkan penumpang Israel seharusnya tidak diperbolehkan lepas landas atau mendarat di Frankfurt," katanya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya