Berita

Foto lama Donald Trump Jr memegang buntut gajah hasil buruan yang dipotong/Net

Global

Trump Cabut Larangan Impor Bagian Tubuh Gajah Hasil Perburuan

JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 07:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengizinkan pemburu Amerika untuk mengimpor bagian dari tubuh gajah yang berhasil diburu ke negeri Paman Sam.

Langkah ini jelas membalikkan larangan yang pernah diterapkan oleh Barack Obama semasa memimpin di tahun 2014 lalu.

Sebuah badan pemerintah federal mengatakan bahwa impor dapat dilanjutkan akhir pekan ini untuk gajah yang diburu secara sah hanya di Zambia dan Zimbabwe.


US Fish and Wildlife Service (USFWS) mengatakan bahwa biaya berburu dapat membantu konservasi hewan-hewan yang terancam punah. USFWS mengatakan kepada media AS bahwa mereka menerima informasi baru dari para pejabat di Zimbabwe dan Zambia yang mendukung pembalikan larangan tersebut.

USFWS berpendapat bahwa alih-alih menghabiskan populasi gajah, membunuh hewan justru akan meningkatkan kelangsungan hidup spesies di alam liar.

"Perburuan adalah olah raga yang legal dan diatur dengan baik sebagai bagian dari program pengelolaan yang sehat dapat memberi manfaat bagi konservasi spesies tertentu dengan memberikan insentif kepada masyarakat lokal untuk melestarikan spesies dan dengan memasukkan pendapatan yang sangat dibutuhkan ke dalam konservasi," sambung pernyataan tersebut seperti dimuat BBC.

Pejabat telah mengumumkan perubahan kebijakan yang akan datang selama sebuah forum yang diselenggarakan minggu ini oleh Yayasan Safari Club International yang pro-hunting, yang bermitra dengan National Firearm Association untuk melobi perubahan peraturan tersebut.

Sebagai informasi, setiap tahun sejak 2010, populasi gajah di Afrika rata-rata turun 7 persen atau terdapat lebih dari 30.000 kematian per tahun. Kelompok advokasi gajah bereaksi dengan marah terhadap berita tersebut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya