Berita

Kerusakan akibat gempa di Korea Selatan/BBC

Dunia

Gempa, Ujian Masuk Perguruan Tinggi Korsel Ditunda

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 15:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan telah menunda ujian masuk perguruan tinggi nasional untuk pertama kalinya, setelah negara tersebut dilanda gempa bumi pada hari Rabu (15/11).

Siswa dan orang tua biasanya menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan ujian penting. Namun gempa memaksa mereka untuk menunda ujian.

Gempa berkekuatan 5,4 melanda kota pelabuhan Pohang tenggara pada sore hari, dan puluhan gempa susulan terjadi sejak saat itu.


Gempa tersebut merupakan yang terkuat kedua yang tercatat, menyebabkan setidaknya 57 orang terluka dan lebih dari 1.500 orang kehilangan tempat tinggal.

Tes tahunan, yang kadang-kadang disebut sebagai "ujian penugasan hidup", telah dijadwal ulang untuk minggu depan karena alasan keamanan.

Ujian ini dianggap penting untuk memastikan tempat di salah satu universitas terkemuka di negara itu, dan akhirnya mendapatkan pekerjaan dengan baik.

Ujian ini memiliki arti penting nasional bahwa pesawat terbang dilarang lepas landas atau mendarat selama 30 menit untuk mencegah kebisingan mereka mengganggu bagian ujian pendengaran. Pada hari Kamis, larangan pesawat terbang dicabut.

Korea Selatan jarang mengalami getaran, namun aktivitas seismik sangat dipantau dengan ketat karena lonjakan merupakan pertanda pertama bahwa Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir.

Tahun lalu, gempa berskala 5.8 melanda kota Geongju di dekatnya, namun kerusakan akibat gempa Rabu telah lebih parah. Lebih dari 1.000 bangunan, rumah dan kendaraan hancur atau rusak. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya