Berita

Yaman/Net

Dunia

Blokade Belum Dicabut, Rumah Sakit Di Yaman Segera Kehabisan Bahan Bakar

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 12:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB memperingatkan bahwa rumah sakit di Yaman akan kehabisan bahan bakar dalam waktu tiga minggu ke depan jika Arab Saudi tak juga mengangkat blokadenya di negara tersebut.

Pada hari Rabu (16/11), juru bicara PBB Farhan Haq menekankan bahwa bahan bakar sangat penting bagi rumah sakit untuk menghasilkan listrik sekaligus memompa dan memurnikan air.

Dia menambahkan bahwa stok vaksin difteri juga akan habis dalam waktu dua minggu kecuali pengiriman bantuan dilanjutkan.


Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah mengumumkan bahwa harga telah melonjak di ibukota Yaman, Sana'a, karena Saudi memperketat blokade mereka.
 
Pada hari Selasa, juru bicara PBB Stephane Dujarric menekankan bahwa tujuh juta orang sudah berada di ambang kelaparan, dan blokade hanya akan membawa kondisi mereka semakin buruk.

Sementara itu, Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman telah mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengecam PBB karena ketidakmampuannya menekan Riyadh untuk mengakhiri blokade tersebut.

Yaman juga menilai bahwa kelambanan PBB memberikan lampu hijau bagi Saudi untuk melanjutkan serangan terhadap Yaman dan melanggar hukum internasional.

Awal bulan ini, Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menutup perbatasan udara, laut, dan darat Yaman, setelah pejuang Yaman menargetkan sebuah bandara internasional di dekat ibukota Saudi dengan sebuah rudal jelajah.

Lebih dari 12.000 orang terbunuh sejak awal kampanye lebih dari dua setengah tahun yang lalu. Sebagian besar infrastruktur negara tersebut, termasuk rumah sakit, sekolah dan pabrik, telah berkurang menjadi puing akibat perang.

2.100 orang lainnya meninggal karena kolera sejak April karena rumah sakit berjuang untuk mendapatkan pasokan dasar di seluruh negeri. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya