Berita

Hariri/Net

Dunia

Presiden Lebanon Angkat Bicara Soal "Penahanan" Eks PM Hariri

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 12:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Lebanon Michel Aoun untuk pertama kalinya secara terbuka menuduh Arab Saudi telah menahan Perdana Menteri yang telah mengundurkan diri, Saad Hariri.

Hariri diketahui mengumumkan pengunduran dirinya saat berada di Saudi 4 November lalu. Pengunduran dirinya menjadi pertanyaan karena dilakukan di Saudi dan hingga saat ini ia belum pulang ke Lebanon.

Sejumlah rumor merebak terutama yang menyebut bahwa Hariri dipaksa mengundurkan diri oleh Saudi. Rumor lain menyebut ia ditahan di Saudi.


Namun akhir pekan lalu, dalam sebuah wawancara di televisi, Hariri menyebut bahwa dirinya bebas dan tidak ditahan di Saudi. Keputusan untuk mengundurkan diri juga murni dari keinginannya sendiri. Ia juga memastikan bahwa ia akan segera pulang ke negaranya.

Untuk pertama kalinya pasca pengunduran diri Hariri, Aoun angkat bicara. Ia menyebut bahwa ketidakhadiran Hariri terus menerus merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan merupakan bentuk pelanggaran HAM.

Aoun juga menyebut bahwa ia mengangkap tindakan ini sebagai bentuk tindakan agresi terhadap Lebanon.

"Tidak ada yang membenarkan kegagalan Perdana Menteri Hariri untuk kembali selama 12 hari. Oleh karena itu, kami menganggapnya sebagai ditahan,yang melanggar Konvensi Wina dan undang-undang hak asasi manusia," kata akun resmi Presiden Aoun seperti dimuat BBC.

"Tidak ada keputusan yang bisa dibuat saat mengundurkan diri dari luar negeri," tambahnya.

"Dia harus kembali ke Lebanon untuk menyampaikan pengunduran dirinya atau menariknya, atau untuk mendiskusikan alasannya dan bagaimana cara mengatasinya," tegasnya. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya