Berita

Megawati Soekarnoputri/DPP PDIP

Dunia

Konsisten Perjuangkan Ekonomi Pancasila, Megawati Diberi Gelar DHC Dari Universitas Nasional Mokpo

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 08:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Berawal dari komunikasi dengan pimpinan Universitas Nasional Mokpo pada Mei lalu, Megawati Soekarnoputri kembali mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (DHC) dari salah satu universitas terbaik di Korea Selatan (Korsel).

"Pada akhir Mei tahun ini, Presiden of Mokpo National University dan Ketua Senat Guri Besarnya menghubungi saya, bahwa Mokpo National University bermaksud untuk memberikan gelar doktor honoris causa kepada Ibu Megawati Soekarnoputri di bidang ekonomi," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri di Mokpo, Korea Selatan, Rabu (15/11)

Gelar DHC ini diberikan kepada Megawati karena Ketua Umum PDI Perjuangan ini konsisten memperjuangkan paradigma Ekonomi Pancasila.


"Sejak sebagai anggota DPR di tahun 1990-an, Wapres, Presiden, dan Ketum PDI Perjuangan sampai sekarang beliau secara konsisten memperjuangkan paradigma Ekonomi Pancasila supaya diimplementasikan untuk menggantikan sistem paradigma ekonomi kapitalisme," kata Rokhmin mengulangi keterangan universitas.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB ini mengatakan, Megawati sangat yakin bila Ekonomi Pancasila diterapkan, maka Trisakti akan terwujud bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain yang mengimplementasikannya.

"Trisakti berarti berdaulat di bidang politik, mandiri (maju dan adil-makmur) di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya, tidak meniru asal jiplak kebudayaan bangsa- bangsa lain," papar Rokhmin.

"Selain itu, Ekonomi Pancasila akan mewujudkan dunia yang lebih berkeadilan, sejahtera, dan damai karena, Ekonomi Pancasila bersifat inklusif, tidak hedonistik dan tidak serakah," ujar Rokhmin lagi, yang merupakan Dubes Kehormatan Jeju Islands, Korsel.

Rokhmin menjelaskan, Universitas Nasional Mokpo telah mengakui Ekonomi Pancasila sangat relevan sebagai alternatif pengganti sistem ekonomi kapitalis yang semakin hari hanya menghasilkan dunia dengan ketimpangan sosial ekonomi yang makin lebar, kerusakan lingkungan yang mengancam kapasitas keberlanjutan ekosistem bumi itu sendiri.

"Dan kehidupan umat manusia yang semakin mencekam, seperti narkoba, gangguan jiwa, perang saudara, gelombang migrasi, dan lainnya," ujar Rokhmin.

Untuk diketahui, Universitas Nasional Mokpo adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Korsel dengan pola ilmiah pokok (core competence) di bidang Ekonomi Maritim dan Teknik Perkapalan.

Universitas ini juga telah difasilitasi oleh Megawati untuk bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

"Kedua kampus ini akan melakukan penandatanganan MoU sebelum orasi ilmiah Ibu Megawati besok sore," kata Rokhmin.

Gelar DHC untuk Megawati dari Universitas Nasional Mokpo ini akan menjadi yang ke-6. Sebelumnya, Megawati pernah mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang;  Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel; Moscow State Institute of International Relation, Rusia; Universitas Padjadjaran; dan Universitas Negeri Padang.[wid]

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Giliran Bendahara KONI Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:40

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

UPDATE

Harga Emas Meroket di Tengah Perang Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 08:14

Bareskrim Tangkap Kurir Bandar Narkoba Koh Erwin di Riau

Senin, 02 Maret 2026 | 08:02

Serangan Balasan Iran Guncang Pasar Global, Futures Wall Street Anjlok

Senin, 02 Maret 2026 | 07:46

Dampak Perang Iran Meluas, UEA Hentikan Perdagangan Saham

Senin, 02 Maret 2026 | 07:32

Pengasuh asal Filipina Tewas Dihantam Rudal Iran di Israel

Senin, 02 Maret 2026 | 07:18

UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Digempur Rudal Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 07:04

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Polisi Terbitkan Dua DPO dalam Kasus Peredaran Narkoba di Bima

Senin, 02 Maret 2026 | 06:45

Telkom Solution Raih Penghargaan Atas Pengelolaan Komunikasi Bisnis

Senin, 02 Maret 2026 | 06:29

Indonesia Seharusnya Punya Naluri Anti-Kolonialisme dan Imperialisme

Senin, 02 Maret 2026 | 05:51

Selengkapnya