Berita

Robert Mugabe/Net

Dunia

Presiden Zimbabwe Jadi Tahanan Rumah Saat Militer "Bersihkan" Penjahat

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 08:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Zimbabwe saat ini berada di bawah tahanan rumah setelah militer mengambil alih kekuasaan negara pada Rabu (15/11).

Kendati demikian, para jenderal militer menolak tuduhan yang menyebut bahwa mereka telah mengadakan kudeta.

Militer Zimbabwe sejak beberapa hari terakhir memblokade tempat-tempat strategis di ibukota Harare, termasuk gedung parlemen.


"Presiden dan keluarganya aman dan sehat dan keamanan mereka terjamin," kata Mayor Jenderal Sibusiso Moyo seperti dimuat Channel News Asia.

"Kami hanya menargetkan penjahat di sekitarnya yang melakukan kejahatan. Segera setelah kami menyelesaikan misi kami, kami berharap situasinya akan kembali normal," tambahnya.

Ia pun menegaskan bahwa langkah yang dilakukannya bukanlah kudeta.

"Ini bukan pengambilalihan pemerintah oleh militer," tegasnya.

Mugabe sendiri menjalin komunikasi dengan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dan mengatakan bahwa ia berada di bawah tahanan rumah dan tidak terluka. Beberapa pendukung Mugabe dan istrinya Grace dilaporkan berada dalam tahanan militer.

Langkah agresif tentara Zimbabwe ini dipicu oleh pemecatan wakil presiden Emmerson Mnangagwa oleh Mugabe pekan lalu. Padahal ia adalah sosok yang semula digadang-gadang akan menggantikan posisi Mugabe.

Mnangagwa sebelumnya adalah salah satu letnan Mugabe yang paling setia dan telah bekerja sama dengannya selama berpuluh-puluh tahun. Namun dia melarikan diri ke Afrika Selatan setelah dipecat dan vokal mengatakan ada ambisi politik Grace Mugabe, istri dari Presiden Mugabe yang didaulat untuk menggantikan posisinya.

Kepala Angkatan Darat Jenderal Constantino Chiwenga memberikan sebuah konferensi pers yang belum pernah terjadi sebelumnya pada awal pekan ini dan memperingatkan Mugabe bahwa dia akan melakukan intervensi jika Mugabe terus membersihkan partai pemimpin ZANU-PF yang berkuasa seperti Mnangagwa. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya