Berita

Pertahanan

Pemuda Tani: Petani Jangan Dianggap Enteng

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 04:09 WIB | LAPORAN:

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Haerul Saleh mengingatkan bahwa generasi muda merupakan generasi penerus dari masa depan pertanian Indonesia.

Pertanian, kata dia, merupakan salah satu sektor penting dalam pemenuhan pangan di negeri ini. Karenanya, para pemuda haruslah mau menjadi petani untuk memenuhi kebutuhan pokok bangsa ini.

"Generasi muda adalah harapan bangsa, pangan adalah persoalan hidup dan matinya suatu bangsa," katanya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (15/11).


Ditegaskannya, profesi sebagai petani tak boleh dianggap enteng. Karena petani merupakan salah satu sosok yang patut disebut pahlawan.

"Mereka berjuang untuk kita semua. Tanpa mereka kita semua tidak bisa hidup. Oleh sebab itu mari kita hargai petani kita, cintai petani kita dengan membeli produk petani Indonesia," Haerul.

Diketahui Selasa (14/11) kemarin, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia menyelenggarakan syukuran hari ulang tahun ke 31 di Kebun Percontohan Pemuda Tani Indonesia di Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Berbagai acara di laksanakan dalam kegiatan kali ini mulai dari orasi pertanian, penanaman perdana Padi Merah & Hitam, Wisuda Sekolah Pemuda Tani angkatan 1 dan dialog tani sukses di usia muda dengan bertani.

Pada acara yang dihadiri oleh ratusan petani, mahasiswa dan pelajar ini pemuda tani memotivasi generasi muda untuk mau bertani. Hal itu guna setelah lulus sekolah nanti, mereka siap menjadi petani yang handal. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya