Berita

Militer Zimbabwe/Net

Dunia

Militer Zimbabwe Bantah Isu Kudeta

RABU, 15 NOVEMBER 2017 | 13:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer Zimbabwe mengatakan telah merebut kekuasaan dalam sebuah serangan yang ditargetkan terhadap "penjahat" di sekitar Presiden Robert Mugabe yang menyebabkan penderitaan sosial dan ekonomi hari ini (Rabu, 15/11).

Namun demikian, pihak militer memberikan jaminan bahwa pemimpin berusia 93 tahun dan keluarganya aman dan sehat.

Tentara Zimbabwe dan kendaraan lapis baja memblokir jalan ke kantor pemerintah utama, parlemen dan pengadilan di Harare tengah sejak pagi tadi. Sementara di dekatnya, warga Zimbabwe antri untuk menarik uang tunai di luar bank karena taksi publik mengangkut penumpang untuk bekerja.


"Kami hanya menargetkan penjahat di sekitarnya (Mugabe) yang melakukan kejahatan yang menyebabkan penderitaan sosial dan ekonomi di negara tersebut untuk membawa mereka ke pengadilan," kata Mayor Jenderal Zimbabwe M Moyo, Kepala Logistik Staf, di televisi nasional seperti dimuat Channel News Asia.

"Begitu kita menyelesaikan misi kita, kita berharap situasinya akan kembali normal," sambungnya.

Militer dikabarkan menahan Menteri Keuangan Ignatius Chombo. Ia adalah anggota terkemuka dari faksi 'G40' dari partai ZANU-PF yang berkuasa, yang dipimpin oleh istri Mugabe, Grace, yang telah berlomba untuk menggantikan Mugabe.

Tentara yang dikerahkan di seluruh ibukota Zimbabwe Harare pada hari Selasa dan menangkap penyiar negara setelah partai berkuasa ZANU-PF pimpinan Mugabe menuduh kepala militer pengkhianatan, yang memicu spekulasi kudeta.

Mugabe yang dikenal dengan julukan 'Grand Old Man' Afrika telah memimpin Zimbabwe selama 37 tahun terakhir. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya