Berita

Korea Utara/Net

Dunia

Perundingan Dengan Korut Mungkin Terjadi Tanpa Prasyarat Hancurkan Nuklir

RABU, 15 NOVEMBER 2017 | 11:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Korea Moon Jae-in telah mengindikasikan bahwa pembicaraan dengan Korea Utara dapat dimulai tanpa memerlukan prasyarat agar rezim di Pyongyang menghancurkan senjata nuklirnya.

"Jika perundingan mulai menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara, saya merasa akan sangat sulit bagi Korea Utara untuk benar-benar menghancurkan kemampuan nuklirnya saat persenjataan nuklir dan rudal mereka berada pada tahap yang telah dikembangkan," kata Moon dalam sebuah konferensi pers di Filipina pekan ini seperti dimuat Press TV.

Moon menekankan bahwa tidak perlu memaksa Korea Utara untuk menghancurkan nuklirnya sebelum datang ke perundingan. Ia mengatakan bahwa rezim tersebut dapat menghentikan program nuklirnya dan kemudian memulai denuklirisasi.


"Jika demikian, program nuklir Korea Utara harus dihentikan, dan perundingan bisa berlanjut untuk menyelesaikan denuklirisasi lengkap," katanya, menambahkan bahwa perundingan dengan Pyongyang dapat dilakukan dengan semua opsi terbuka.

Ucapan tersebut datang setelah ada desakan dari Jepang dan Amerika Serikat.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pada hari Selasa (14/11) di pertemuan para pemimpin yang sama dari Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Forum Asia Timur di Manila bahwa Korea Utara masih mengembangkan program rudalnya meskipun ada jeda dua bulan yang terlihat dalam penembakan rudal jarak jauh dari negara ini.

Abe mengatakan bahwa sudah cukup dan percaya bahwa mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara tidak ada gunanya.

"Tidak ada gunanya untuk pembicaraan demi perundingan," kata Abe. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya