Berita

Hassan Rouhani di lokasi gempa/BBC

Dunia

Pasca Gempa, Presiden Iran Soroti Runtuhnya Bangunan Pemerintah

RABU, 15 NOVEMBER 2017 | 07:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani berjani untuk menemukan penyebab atas bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa berskala 7.3 pada akhir pekan kemarin. Ia heran karena bangunan yang dibuat oleh pemerintah banyak yang runtuh sedangkan bangunan yang dibuat sendiri tetap berdiri.

Hal itu ia sampaikan saat datang di kota yang paling parah terkena dampaknya, Sarpol-e Zahab. Di lokasi tersebut, ia menunjuk dua bangunan, salah satunya runtuh sementara yang lain tidak.

"Siapa yang harus disalahkan?" tanya Rouhani.


"Inilah isu yang harus kita ikuti, kita harus menemukan penyebabnya dan orang-orang menunggu kita untuk mengenalkan pelakunya. Kami akan melakukan itu," tegasnya seperti dimuat BBC.

"Perhatikan, beberapa rumah ini sangat baru, beberapa di antaranya telah dibangun oleh pemerintah dan mereka belum terlalu tua," kata Rouhani.

"Namun, Anda bisa melihat beberapa bangunan roboh. Bagaimana itu bisa terjadi?" sambungnya.

Akibat gempa di perbatasan Iran dan Irak akhir pekan kemarin, ada lebih dari 400 orang tewas dan hampir 8.000 lainnya cedera. Namun demikian, lebih banyak orang diperkirakan telah meninggal dan dimakamkan tanpa sertifikat kematian, yang berarti mereka tidak termasuk dalam angka resmi. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya