Berita

Global

Penelitian: Pemilu di 18 Negara Tahun Lalu Dipengaruhi Disinformasi Online

RABU, 15 NOVEMBER 2017 | 07:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemilu di 18 negara berbeda di dunia sepanjang tahun lalu dipengaruhi oleh disinformasi kampanye online.

Menurut data yang dirilis oleh pengawas independen Freedom House pekan ini, wacana online di negara-negara yang menjalani pemilu sepanjang tahun lalu dipengaruhi oleh pemerintah, bot dan pembentuk opini berbayar.

Secara total, 30 pemerintah secara aktif terlibat dalam penggunaan media sosial untuk menahan pembangkangan. Laporan tahunan tersebut mempelajari keadaan kebebasan internet di 65 negara yang mencakup sekitar 87 persen populasi pengguna internet dunia.


Dalam laporan disebutkan bahwa disinformasi online mencakup adanya bot otomatis yang menggemakan pesan resmi, pasukan komentator berbayar yang mengobarkan diskusi dengan pandangan pro-pemerintah, serta banyaknya situs berita palsu yang menyebarkan informasi yang menyesatkan.

Teknik-teknik tersebut digunakan bersamaan dengan kontrol teknis yang lebih ketat seperti filter konten dan blok pada alat teknis seperti jaringan pribadi virtual. Manipulasi media sosial juga dilakukan sebagai alat kunci bagi rezim represif.

"Tidak hanya manipulasi ini yang sulit dideteksi, lebih sulit untuk melawan daripada jenis penyensoran lainnya, seperti pemblokiran situs web, karena penyebarannya dan karena banyaknya orang dan bot yang ditugaskan untuk melakukannya," kata Sanja Kelly, kepala proyek penelitian Freedom on the Net seperti dimuat BBC. [mel] 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya