Berita

Dunia

China Kalahkan AS Dalam Daftar Kepemilikan Superkomputer

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 | 17:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China berhasil mengambil alih Amerika Serikat dalam memiliki superkomputer paling banyak di dunia dalam daftar 500 sistem tercepat di dunia.

Superkomputer sendiri merupakan sistem mahal yang menampilkan puluhan ribu prosesor yang dirancang untuk melakukan tugas perhitungan intensif secara khusus seperti studi perubahan iklim, simulasi senjata nuklir, mencari minyak, perkiraan cuaca, sekuensing DNA, dan memodelkan biomolekul. Sistem bekerja dengan mengukur kinerja dalam petaflops (seribu triliun operasi floating point per detik).

Menurut survei Top500 terbaru, China saat ini diketahui menyumbang 202 mesin kinerja tertinggi dunia. Sedangkan Amerika Serikat memiliki 143 mesin tersebut. Data ini menunjukkan tingkat terendah bagi Amerika Serikat sejak studi dua tahunan dimulai, 25 tahun yang lalu.


Dalam daftar tersebut, Jepang menempati posisi ketiga dengan 35 mesin, dan Jerman di posisi keempat dengan 20 mesin.

Peningkatan drastis China tersebut mencermintak peningkatan investasi China dalam penelitian dan pengembangan di negeri tirai bambu tersebut.

Komputer tercepat di China, Sunway TaihuLight, mempertahankan keunggulannya sebagai speediest tercepat di dunia yang memiliki kinerja di 93 petaflops. Sedangkan Titan dari Amerika Serikat berada di urutan kelima di dunia, dengan performa maksimal 17,6 petaflops.

Penulis dari daftar tersebut mengatakan bahwa angka terbaru juga mengindikasikan China telah melampaui Amerika Serikat dalam hal kinerja agregat, menyumbang 35,4% dari total daya proses daftar dibandingkan dengan 29,6 persen di Amerika Serikat.

Erich Strohmaier, salah satu pendiri survei mengatakan kepada BBC bahwa banyak sistem China diciptakan untuk menghasilkan uang, dengan pemiliknya menyewakan kekuatan pemrosesan mereka ke perusahaan lokal dan internasional.

"Pada akhir yang sangat tinggi, sistem di 10 besar mereka ada karena dua alasan," ujarnya.

"Salah satunya adalah prestise yang melekat di pasar yang dulunya merupakan contoh utama dominasi teknologi Amerika Serikat dan yang lainnya  berkaitan dengan eksplorasi ilmiah dan keamanan nasional,  banyak sistem ini digunakan untuk perhitungan yang terkait dengan sistem persenjataan," tambahnya. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya