China berhasil mengambil alih Amerika Serikat dalam memiliki superkomputer paling banyak di dunia dalam daftar 500 sistem tercepat di dunia.
Superkomputer sendiri merupakan sistem mahal yang menampilkan puluhan ribu prosesor yang dirancang untuk melakukan tugas perhitungan intensif secara khusus seperti studi perubahan iklim, simulasi senjata nuklir, mencari minyak, perkiraan cuaca, sekuensing DNA, dan memodelkan biomolekul. Sistem bekerja dengan mengukur kinerja dalam petaflops (seribu triliun operasi floating point per detik).
Menurut survei Top500 terbaru, China saat ini diketahui menyumbang 202 mesin kinerja tertinggi dunia. Sedangkan Amerika Serikat memiliki 143 mesin tersebut. Data ini menunjukkan tingkat terendah bagi Amerika Serikat sejak studi dua tahunan dimulai, 25 tahun yang lalu.
Dalam daftar tersebut, Jepang menempati posisi ketiga dengan 35 mesin, dan Jerman di posisi keempat dengan 20 mesin.
Peningkatan drastis China tersebut mencermintak peningkatan investasi China dalam penelitian dan pengembangan di negeri tirai bambu tersebut.
Komputer tercepat di China, Sunway TaihuLight, mempertahankan keunggulannya sebagai speediest tercepat di dunia yang memiliki kinerja di 93 petaflops. Sedangkan Titan dari Amerika Serikat berada di urutan kelima di dunia, dengan performa maksimal 17,6 petaflops.
Penulis dari daftar tersebut mengatakan bahwa angka terbaru juga mengindikasikan China telah melampaui Amerika Serikat dalam hal kinerja agregat, menyumbang 35,4% dari total daya proses daftar dibandingkan dengan 29,6 persen di Amerika Serikat.
Erich Strohmaier, salah satu pendiri survei mengatakan kepada
BBC bahwa banyak sistem China diciptakan untuk menghasilkan uang, dengan pemiliknya menyewakan kekuatan pemrosesan mereka ke perusahaan lokal dan internasional.
"Pada akhir yang sangat tinggi, sistem di 10 besar mereka ada karena dua alasan," ujarnya.
"Salah satunya adalah prestise yang melekat di pasar yang dulunya merupakan contoh utama dominasi teknologi Amerika Serikat dan yang lainnya berkaitan dengan eksplorasi ilmiah dan keamanan nasional, banyak sistem ini digunakan untuk perhitungan yang terkait dengan sistem persenjataan," tambahnya.
[mel]