Berita

Foto/Net

Hukum

Diperiksa Lagi, KPK Dalami Kedekatan Teguh Dengan Dua Tersangka Korupsi KTP-el

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 18:26 WIB | LAPORAN:

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami kedekatan Teguh Juwarno dengan dua tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik Anang Sugiana dan Markus Nari.

Hal itu diakui Teguh seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/11).

Teguh mengaku tidak ada yang baru dari proses pemeriksaannya sebagai saksi terkait kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik.


Menurutnya pertanyaan yang dilontarkan penyidik, sambung hanya seputar perkenalannya dengan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana dan mantan anggota DPR Markus Nari. Hal tersebut juga tidak jauh berbeda pada saat dirinya diperiksa sebagai saksi tersangka Andi Agustinus.

"Ditanya apakah mengenal Anang Sugiana, saya katakan tidak mengenal. Terus kemudian juga Markus Nari. Soal yang lain tidak ada yang baru," ujarnya.

Saat disinggung mengenai hal lain yang ditanyakan penyidik, Teguh tiba-tiba menyatakan tidak ada pembagian uang seperti yang dibeberkan KPK dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto maupun surat dakwaan Andi Agustinus.

Politisi PAN itu juga menengaskan dirinya tidak ikut terlibat dalam proses pembahasan anggaran proyek pengadaan KTP-el.

"Saya tegaskan saya menjadi anggota komisi II sampai 21 september 2010 sehingga terkait persetujuan anggaran e-KTP 2011 saya sudah tidak ada di komisi tersebut," pungkasnya. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya