Berita

Muhammad Syaiqullah/Net

Pertahanan

Anak Muda Zaman Now Harus Tahu Jati Diri Dan Pahlawan Bangsa

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 14:33 WIB | LAPORAN:

Anak muda zaman now (sekarang) harus bisa memperkuat pertahanan dirinya dengan memperkaya pemahaman tentang jati diri bangsa, terutama Pancasila sebagai dasar negara, juga para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan bangsa. Ini penting dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan informasi teknologi juga dalam mengantisipasi ancaman radikalisme dan terorisme.

"Meski bukan produk Penataran P4 seperti generasi muda 1990-an, anak muda zaman now harus memiliki kepedulian dan pertahanan dalam menghadapi ancaman global, seperti radikalisme dan terorisme. Dengan begitu anak muda zaman now bisa menjadi pahlawan masa kini dengan menjadi agen kemajuan, perdamaian, dan kesatuan NKRI,” kata pengajar Kajian Strategis dan Global Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, Dr. Muhammad Syaiqullah, PhD di Jakarta, Selasa (7/11).

Dalam konteks tantangan dan ancaman yang dihadapi anak muda zaman now, Syaiqullah menguraikan bahwa perjuangan sekarang melawan intoleransi, radikalisme, dan upaya perpecahan lainnya.  Itu adalah tantangan nyata di depan anak muda zaman now. Karena itu, mereka harus bisa melakukan kontra narasi terhadap konten-konten negatif di dunia maya baik itu intoleransi, radikalisme, terorisme, dan hoaks.


Langkah ini mau tidak mau harus dilakukan anak muda zaman now. Pasalnya ini terkait sustainability (kelanjutan) sebuah bangsa dan negara.

"Kalau dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, sekarang anak muda juga harus berjuang mempertahankan dan mewujudkan cita-cita para pahlawan itu. Faktanya, negara kita tengah banyak menghadapi ancaman baik itu dari sisi ekonomi, politik, budaya, dan intoleransi. Itulah yang harus dilawan anak muda zaman now," tutur pria jebolan Universitas Marmara, Turki ini.

Ia mengakui, anak muda zaman now terkesan acuh dengan masalah-masalah kebangsaan. Karena itu, ia kembali mengajak kepada generasi muda untuk tidak larut dari modernisasi dan tetap menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal. Anak muda jaman now juga diminta tidak malu belajar dan memahami Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pancasila tidak lagi bisa kita sekat menjadi ideologi satu kelompok saja, karena Pancasila milik semua generasi muda. Jadikan mereka memiliki Pancasila, bukan sebagai obyek doktrinasi Pancasila sehingga responsibility (tanggungjawab) dan belonging (rasa memiliki) terhadap Pancasila menjadi kuat," jelas Syauqillah.[wid]

 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya