Berita

Carles PuigdemontNet

Dunia

Eks Pimpinan Catalunya: Spanyol Lakukan Serangan Yudisial Brutal

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 13:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Catalunya yang digulingkan Carles Puigdemont menuduh pihak berwenang Spanyol telah melakukan serangkaian pengadilan brutal terhadap anggota pemerintah yang digulingkan. Ia pun mengaku khawatir dengan bekas pejabat  Catalunya tidak akan menerima pemeriksaan yang tidak memihak di pengadilan Spanyol.

Menulis di The Guardian, Puigdemont mengatakan bahwa ini adalah kemarahan kolosal dan bahwa dia dan 13 rekannya diselidiki mengenai kemungkinan tuduhan termasuk penghasutan dan pemberontakan sehubungan dengan peran mereka dalam deklarasi kemerdekaan bulan lalu.

"Hari ini, para pemimpin proyek demokrasi ini dituduh melakukan pemberontakan dan menghadapi hukuman paling berat yang mungkin dilakukan berdasarkan hukum pidana Spanyol, sama seperti kasus terorisme dan pembunuhan yakni 30 tahun penjara," katanya.


Puigdemont mengatakan bahwa dia meragukan bahwa dia dan rekan-rekannya akan mendapatkan pengadilan yang adil dan independen dan meminta pengawasan dari luar negeri untuk membantu membawa krisis Catalan ke sebuah kesimpulan politis dan bukan peradilan.

"Negara Spanyol harus menghormati apa yang telah dikatakan berkali-kali di tahun-tahun terorisme, mengakhiri kekerasan dan kita dapat membicarakan segalanya. Kami, pendukung kemerdekaan Catalan, tidak pernah memilih untuk melakukan kekerasan, sebaliknya. Tapi sekarang kami merasa berbohong bahwa semuanya sudah selesai untuk diskusi," sambungnya. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya