Berita

Poster Hariri di Lebanon/Reuters

Dunia

Arab Saudi Nilai Lebanon Deklarasikan Perang

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 10:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Arab Saudi menuduh Lebanon telah mendeklarasikan perang karena agresi oleh kelompok Syiah Lebanon yang bermarkas di Lebanon, Hizbullah.

Menteri urusan Teluk Saudi Thamer al-Sabhan mengatakan bahwa pemerintah Lebanon akan ditangani sebagai pemerintah yang mengumumkan perang terhadap Arab Saudi karena apa yang dia gambarkan sebagai agresi oleh Hizbullah.

Lebanon telah didorong ke pusat persaingan regional antara Arab Saudi dan Iran sejak politisi Lebanon yang bersekutu dengan Saudi, Saad al-Hariri berhenti sebagai perdana menteri pada akhir pekan kemarin. Ia menyalahkan Iran dan Hizbullah dalam pidato pengunduran dirinya.


Menanggapi pemerintahan pimpinan Hariri, Sabhan mengatakan bahwa ada orang-orang yang akan menghentikan Hizbullah dan mengembalikannya ke gua-gua di Lebanon Selatan yang merupakan jantung Syiah

"Orang-orang Lebanon harus mengetahui risiko ini dan bekerja untuk memperbaiki masalah sebelum mereka mencapai titik tidak dapat kembali," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan TV Al-Arabiya dan dimuat ulang Reuters awal pekan ini.

Pernyataanya menunjukkan peningkatan drastis atas sebuah krisis yang mengancam dan mengguncang negara Arab kecil tersebut.

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut soal tindakan yang bisa diambil oleh Arab Saudi dalam melawan Lebanon.

Sebagai informasi, Hizbullah adalah organisasi militer dan politik yang diwakili di parlemen Lebanon dan pemerintah koalisi pimpinan Hariri yang dibentuk tahun lalu.

Tentara gerilya yang kuat secara luas dipandang lebih kuat daripada tentara Lebanon, dan telah memainkan peran penting dalam perang di negara tetangga Suriah. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya