Berita

Aan Kurnia/Net

Wawancara

WAWANCARA

Aan Kurnia: Tingginya Kecelakaan Kapal Bisa Kita Cegah, Di Samping Masalah Keamanan & Kedaulatan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 09:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tingginya angka kecelakaan laut di Indonesia pada tahun 2017 harus segera dibenahi. amun Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia menegaskan, selain masalah keamanan dan kedaula­tan NKRI di perairan Indonesia, keselamatan kemanusian dalam berlayar di wilayah Koarmabar juga tanggung jawabnya sebagai Pangarmabar.

Apa langkah ke depan un­tuk meminimalisir kecelakaan laut? Berikut penuturan lengkap Pangarmabar, Aan Kurnia usai melakukan kegiatan pencanan­gan program peduli keselamatan pelayaran Komanda Armada RI Kawasan Barat, di Dermaga Marina, Pantai Ancol.

Dengan masih banyaknya angka kecelakaan kapal, apa upaya yang dilakukan Anda bersama stakeholder lainnya?

Kita secara serentak, Koarmabar dan teman-teman perhubun­gan dan pengusaha kapal. Mulai dari Lantamal 1 sampai Lantamal 12, mulai dari Cirebon sampai Aceh. Koarmabar menyelenggarakan program peduli keselamatan berlayar, sebab ini sudah masuk musim barat. Sebab musim barat ini sampai Maret nanti, cuaca di laut relatif kurang bersahabat. Kalau kita evaluasi tahun kemarin, itu banyak kecelakaan-kecelakaan di laut yang seharus­nya tidak perlu, yang seharusnya saudara-saudara kita, teman-te­man kita itu bisa kita cegah, bisa kita kurangi jumlah kecelakaan itu. Kalau kita peduli, kalau kita siapkan itu semua tidak terjadi.

Kita secara serentak, Koarmabar dan teman-teman perhubun­gan dan pengusaha kapal. Mulai dari Lantamal 1 sampai Lantamal 12, mulai dari Cirebon sampai Aceh. Koarmabar menyelenggarakan program peduli keselamatan berlayar, sebab ini sudah masuk musim barat. Sebab musim barat ini sampai Maret nanti, cuaca di laut relatif kurang bersahabat. Kalau kita evaluasi tahun kemarin, itu banyak kecelakaan-kecelakaan di laut yang seharus­nya tidak perlu, yang seharusnya saudara-saudara kita, teman-te­man kita itu bisa kita cegah, bisa kita kurangi jumlah kecelakaan itu. Kalau kita peduli, kalau kita siapkan itu semua tidak terjadi.

Oleh sebab itu, saya beserta semua teman-teman dari Kementerian Perhubungan, dari pengusaha kapal mengajak dan mengingatkan lagi kembali bagaimana menghadapi cuaca buruk, bagaimana mencegah ter­jadinya kebakaran, bagaimana mencegah terjadinya kebocoran. Kalau itu terjadi, ada tahap-tahap yang harus kita kerjakan.

Target Anda untuk mengu­rangi angka kecelakaan laut di wilayah Koarmabar?
Targetnya bisa 100 persen tidak ada kecelakaan, kalau itu tercapai, saya sangat bersyukur, dan pemerintah tentunya juga akan senang. Tapi ini tidak bisa dilaksanakan kalau tidak ada kepedulian, tidak ada rasa ber­sama-sama ingin mencegah ini dari teman-teman kapal, teman-teman Perhubungan di laut.

Untuk pengawasannya ba­gaimana?
Pengawasannya nanti saya tentu akan dibantu oleh te­man-teman dari Kementerian Perhubungan untuk mengecek kapal yang akan berangkat.

Apa akan nanti ada anggota TNI yang dilibatkan?
Iya, nanti akan ada anggota ka­mi yang akan membantu teman-teman Kementrian Perhubungan untuk melakukan pengecekan.

Sesuai prosedur, idealnya pengamanan di dermaga atau pelabuhan berapa personil?
Kita lihat, setiap daerah beda-beda. Ada yang banyak, ada yang sedang dan ada juga yang sedikit. Kita akan lihat, evaluasi bahwa setiap daerah beda-beda untuk penempatan.

Kecelakaan laut terjadi kar­ena daftar manifest penump­ang yang terlalu over load. Bagaimana solusinya?
Mantaunya dari teman-teman Perhubungan, karena mereka yang punya kewenangan untuk memantau manifes penumpang kapal. Nanti kami akan mensup­port teman-teman Perhubungan sambil pengamanannya di laut.

Apa sih faktor yang paling dominan terjadinya kecela­kaan kapal?
Sering terjadi kecelakaan yang sudah kita lihat, biasanya dari jumlah manifest penumpang yang berlebih. Kapal nggak bisa dipaksakan. Kalau load-nya 100 ya 100. Begitu lebih, ada kecelakaan, jadi bapak yang salah. Lebih baik kita disiplin tapi aman. Daripada buru-buru kelebihan orang yang ada celaka. Selain itu, kalau terjadi kecela­kaan, kita nggak boleh panik. Harus tahu tahapannya seperti apa. Pintu keluar evakuasi harus tenang. kapten kapal harus tera­khir keluar.

Selain manifest penumpang, apalagi penyebab utama ke­celakaan kapal?
Ya dari kondisi kapal yang tidak dicek. Sama seperti anda mau pergi keluar kota, pergi jauh. Mobilnya kan pasti dicek, baik itu olinya, hand remnya, stirnya, dan lain sebagainya, itu mobil. Kapal juga seperti itu, nanti teman-teman dari Sjahbandar yang akan mengecek. Kemarin terjadi kapal di Karimunjawa, kebakaran Ro-Ro dari Semarang ke Pontianak. Memang itu bukan wilayah kerja saya, tapi saya harapkan itu tidak terjadi di wilayah saya. Makanya saya harapkan dari seluruh instansi untuk mencegah itu, sebab itu adalah saudara kita, teman kita, kita pasti akan sedih. ***

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Kultus “Benda-benda Suci” di Eropa Abad Pertengahan

Minggu, 15 Maret 2026 | 06:16

Lulusan IPDN Disiapkan Wujudkan Standar Pelayanan Minimal di Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:59

Roy Suryo Cs Dilarang Ladeni Rismon Beradu Argumentasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:32

Abdul Malik bin Marwan, Revolusi Birokrasi yang Mengubah Sejarah Islam

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:23

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Trump Berbaju Fir’aun

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:31

Enam Bulan Purbaya, Rupiah Melemah tiap Bulan

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:08

Pendekatan Teman Sebaya Efektif Cegah Bullying di Sekolah

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:02

Rismon Menelan seluruh Omongannya Tanpa Ada Terkecuali

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:21

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Selengkapnya