Berita

Foto Istimewa

Hukum

Keputusan MK Bisa Mengakhiri Perjalanan Pansus Hak Angket KPK

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 17:04 WIB | LAPORAN:

Mahkamah Konstitusi (MK) diminta segera mengeluarkan keputusan terkait Judicial Review Pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pakar Hukum Tata Negara, Refli Harun menilai keputusan MK merupakan salah satu cara dalam mengakhiri polemik antara Pansus Hak Anget DPR dengan KPK.

"Saya kira MK harus segera memutuskan," ujar Refli saat ditemui di Media Center, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/11).


Refli menambahkan keputusan MK juga menentukan kelanjutan kerja Pansus Hak Anget DPR terhadap KPK yang telah diperpanjang.

Menurut Rafli, apapun yang menjadi keputusan MK nantinya, kedua belah pihak harus bisa menghormati.

"Kalau MK memutuskan ini ada kepastian, dan kemudian apapun keputusannya itu ya harus dihormati."  tukasnya.

Sejauh ini proses uji materi telah berjalan dengan pemaparan para ahli dari pemohon maupun termohon.

Sebelumnya MK tidak mengeluarkan putusan provisi atau putusan sela atas gugatan uji materi gugatan uji materi soal hak angket yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Putusan provisi dinilai perlu segera diterbitkan MK agar proses angket oleh Pansus Angket DPR RI terhadap KPK berhenti untuk sementara, selama uji materi masih berlangsung di MK.

Sebab, akan menjadi sia-sia permohonan uji materi yang diajukan jika putusan final dikeluarkan setelah rekomendasi Panitia Khusus Hak Angket KPK di DPR terlebih dahulu diterbitkan. [nes] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya