Berita

Pertahanan

Besok, Densus Temui Istri Pimpinan ISIS Marawi Di Filipina

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 15:47 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Minhati Mardais (MIS) istri dari Omar Khayam Maute pimpinan ISIS Marawi, Filipina saat ini masih didalami oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri.

"MIS ini sedang di dalami oleh Densus. Saya belum dapat informasi lagi dari temen-temen dari Densus, tapi rencananya besok tim akan berangkat ke sana (Filipina)" kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di kantornya, Jakarta, Senin (6/11).

Saat ini, lanjut Setyo, MIS masih ditahan bersama keenam orang anaknya oleh otoritas Filipina di Iligan City. Nantinya tim Densus didampingi Kementerian Luar Negeri akan mengecek langsung.


"Nanti yang juga menjadi leader dalam hal ini bukan Densus, tapi Kemenlu, karena ada Dirjen Perlindungan Luar Negeri di sana" ujarnya.

Miniati Mardais ditangkap oleh tim gabungan otoritas Filipina Armed Forces of the Philippines (AFP) dan Philippine National Police (PNP) dari ICPO, MIB, ISG, CIDT-Lanao, 4th Mech and 103rd SAC pada Minggu (5/11).

Dari tangan tersangka berhasil disita sebagai barang bukti antara lain empat buah blasting cap, dua buah detonating cord (bahan peledak) dan satu paspor yang telah habis masa berlakunya.

Minhati Mardais diketahui merupakan warga asli Bekasi, Jawa Barat kelahiran 9 Juni 1981. Dia adalah isteri dari salah satu pimpinan Maute Group, Omar Khayam Maute yang sebelumnya telah tewas dalam operasi militer Filipina di Marawi. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya