Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Akankah Sjamsul Nursalim dan Istrinya Penuhi Panggilan KPK?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 11:13 WIB | LAPORAN:

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil bos Gajah Tunggal Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim dterkait korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) BLBI, Senin (6/11). Keduanya akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung.

Demikian disampaikan Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan.

Sjamsul dan istrinya telah beberapa kali dipanggil penyidik KPK. Namun keduanya tidak pernah memenuhi panggilan tersebut.


Keberadaan Sjamsul dan istrinya, Itjih Nursalim, saat ini diketahui di Singapura. Untuk memastikan surat panggilan penyidik KPK sampai di kediaman Sjamsul, lembaga anti rasuah itu telah bekerja sama dengan Corrupt Practies Investigation Bureau (CPIB) atau lembaga KPK di Singapura.

"Sebenarnya kita sudah sampaikan surat dan kerjasama dengan otoritas setempat. Surat panggilan sudah disampaikan ke kediaman saksi," kata Febri.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK tengah mendalami kerja sama antara Sjamsul Nursalim dengan pemilik PT Bukit Alam Surya, Artalyta Suryani alias Ayin dan suaminya, Surya Dharma (almarhum).

Mereka diduga telah melakukan kongkalikong dalam korupsi penerbitan SKL BLBI kepada Bank Dagang Nasional (BDNI) oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Sjamsul Nursalim merupakan pemilik aset perusahaan Udang di lampung, PT Dipasena Citra Darmaja. Sementara suami Ayin, Surya Dharma merupakan pihak yang ikut membangun perusahaan udang yang berlokasi di Tulang Bawang, Lampung tersebut.
Selain Dipasena, diketahui Sjamsul juga mempunyai unit usaha lain. Salah satunya, PT Gajah Tunggal Tbk. Pada perusahaan produsen ban itu, suami Ayin sempat masuk jajaran petinggi.

Diketahui obligor BDNI memiliki kewajiban kepada negara sebesar Rp 4,8 triliun. Hasil restrukturisasi sebesar Rp 1,1 triliun dinilai suistenable (berkelanjutan) dan ditagihkan kepada petani Tambak Dipasena. Sisa Rp 3,7 triliun kewajiban obligor tidak pernah ada pembahasan kembali hungga Syafruddin mengeluarkan SKL untuk Sjamsul Nursalim, pemegang saham BDNI.[wid] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya