Berita

KPK/Net

Hukum

KPK Siap Kejar Dugaan Korupsi Di Sektor Sumber Daya Alam

SABTU, 04 NOVEMBER 2017 | 21:05 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nampaknya mulai tertarik untuk menggarap dugaan korupsi di sektor sumber daya alam.

Hal itu nampak jelas dalam pernyataan Wakil Ketua KPK, Saud Situmorang. Ia mengaku ingin Indonesia nantinya seperti negara Georgia yang saat ini semua aparatur pemerintah maupun keamanannya sudah tak lagi melakukan aksi korupsi.

"Georgia polisinya sekarang baik banget. Ga seperti dulu lagi polisinya. Saya telusuri, ternyata disana polisi Georgia gajinya dinaikin sampai 70 kali lipat. Saya ingin Indonesia seperti itu. Tapi kan uangnya dari mana kita. Ga ada. Makanya sekarang kita lagi ngejar kasus-kasus di perpajakan dan di sumber daya alam," katanya dalam sebuah diskusi di Kantor KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/11).


Membongkar praktik korupsi di bidang sumber daya alam menurut dia patut dilakukan, karena pada dasarnya di sektor itu telah terjadi banyak kecurangan.

"Sumber daya alam kita, bayangin, ribuan usaha sumber daya alam sekarang ga punya NPWP, ga pernah bayar pajak. Izinnya itu tumpang tindih, yang harusnya disini malah disini," jelasnya.

Diperkirakan Saud dari kecurangan itu, ada kerugian negara yang bisa dibilang sangat besar. Dengan memberantas korupsi disektor sumber daya alam, dia meyakini KPK akan menyelamatkan keuangan negara hingga ribuan triliun rupiah.

"Ada Rp 2000 triliun mungkin bisa didapatkan dari sana," ungkapnya.

Saud yakin bahwa dengan uang sebanyak itu, nantinya negara akan berkecukupan duit untuk menggaji aparatur dan pejabat dengan layak.

"Sekarang kepala daerah seperti Bupati kan gajinya cuma Rp 7 juta per bulan. Coba bayangkan," imbuhnya. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya