Berita

Poengky Indarti/Net

Hukum

Sekelas Penyidik KPK Saja Dikerjain, Bagaimana Aktivis Anti-Korupsi?

SABTU, 04 NOVEMBER 2017 | 20:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Korupsi memang musuh bersama. Namun persoalannya aparat penegak hukum yang bekerja memberantas korupsi sekelas Novel Baswedan yang berstatus sebagai penyidik KPK saja dikriminalkan dan buntuti.

Hal ini yang dikhawatirkan oleh Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti melihat sejauh ini belum adanya kejelasan untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

"Apa yang dikhawatirkan ini adalah nanti aktivis-aktivis anti korupsi, lihat saja Novel yang notabene sebagai aparat juga dikerjain," ujar Poengky saat diskusi Perspektif Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11).


Namun demikian, lanjutnya, meskipun polisi menangkap beberapa orang lalu kemudian dilepaskan lantaran tak cukup bukti, saat ini dia menganggap pihak kepolisian masih berada dalam jalur yang benar dalam upaya membongkar kasus yang katanya banyak melibatkan nama-nama besar itu.

"Kami melihat polisi masih on the track ya," pungasnya.

Hingga saat ini, sudah lebih 200 hari pasca insiden penyiraman air keras aparat Kepolisian belum mengetahui siapa aktor intelektual maupun pelaku penyiraman tersebut.

Baru-baru ini beberapa aktivis anti korupsi yang dimotori Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak mendorong kepada pemerintah untuk membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk membantu kerja aparat menyingkap tabir kasus Novel.

"TGPF ini penting karena melalui itu bisa mengumpulkan banyak fakta dari yang lain. Ini jangan diartikan sebagai upaya menyingkirkan kinerja polisi, justru ini akan membantu polisi untuk menyelesaikan masalah nonteknis," kata Dahnil beberapa hari lalu. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya