Berita

Ilustrasi

Advertorial

Dukung Kedaulatan Pangan Nasional, Ditjen SDA Genjot Pelaksanaan Kegiatan P3-TGAI

SABTU, 04 NOVEMBER 2017 | 06:02 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Dalam rangka mendukung Kedaulatan Pangan Nasional yang merupakan bagian dari program Nawa Cita, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggalakkan pelaksanaan kegiatan P3-TGAI di seluruh daerah Indonesia.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau yang lebih dikenal dengan istilah P3-TGAI merupakan program pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan jaringan irigasi partisipatif di wilayah pedesaan.

Program ini bertujuan untuk menyediakan kecukupan air irigasi bagi kawasan pedesaan dengan melakukan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi yang dilakukan dengan konsep pemberdayaan pada perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A)/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A).

Prioritas kegiatan ini meliputi daerah irigasi kecil dengan luas kurang dari 150 ha dan/atau irigasi desa, dan jaringan irigasi tersier pada daerah irigasi kewenangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi maupun Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Dengan demikian, diharapkan kinerja layanan irigasi kecil, irigasi desa dan irigasi tersier dapat meningkat sesuai kebutuhan, serta manfaat sosial-ekonomi langsung dan kesejahteraan para petani dan masyarakat pedesaan dapat menjadi lebih baik.

Secara keseluruhan kegiatan P3-TGAI turut memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan kedaulatan pangan nasional.

Di tahun 2015, capaian realisasi kegiatan ini mencapai 1505 lokasi yang tersebar di 27 provinsi, sementara pada tahun 2016 terealisasi pada 897 lokasi di 23 provinsi, dan tahun 2017 diperkirakan akan terealisasi pada 3000 lokasi di 31 provinsi.

Manfaat langsung dengan dilaksanakannya rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi oleh P3A/GP3A/IP3A ini, yaitu mampu meningkatkan pelayanan air irigasi, yang secara tidak langsung akan meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan masyarakat petani di pedesaan.

Selain itu manfaat lain yang bisa dirasakan, antara lain pemberdayaan kelompok masyarakat petani (P3A/GP3A), penyerapan tenaga kerja di lokasi P3-TGAI saat pelaksanaan pekerjaan fisik, tersedianya jaringan irigasi yang lebih baik untuk meningkatkan pemenuhan air irigasi, meningkatnya Indeks Pertanaman (IP) dan produksi padi, meningkatnya rasa memiliki masyarakat petani (P3A) pada jaringan irigasi tersier, meningkatnya partisipasi masyarakat petani (GP3A/IP3A) pada pengelolaan jaringan irigasi primer dan sekunder, dan terjalinnya komunikasi hati antara yang melayani (pemerintah) dan yang dilayani (P3A/GP3A/IP3A).

Pada tahun 2015, jumlah petani yang menerima manfaat dari program ini sebanyak 221.875 orang, sementara untuk tahun 2016 ada 87,243 orang dan untuk tahun 2017 diperkirakan sebanyak 367,029 petani yang akan menerima manfaatnya.

Tahapan pelaksanaan kegiatan P3-TGAI diawali dengan sosialisasi oleh TPM kepada P3A/GP3A/IP3A dan aparatur desa, kemudian dilakukan pembentukan tim pelaksana dan tim swakelola. Ketua P3A/GP3A/IP3A terpilih membuat surat usulan calon penerima P3-TGAI yang divalidasi dan disahkan oleh pejabat berwenang dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)/Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait.

setelah itu, dilaksanakan survei lokasi untuk mengetahui kondisi dan permasalahan jaringan irigasi yang ada, dan dilanjutkan dengan musyawarah bersama.

Pada tahap akhir, tim pelaksana P3A/GP3A/IP3A akan menyusun rencana kerja yang diajukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS/BWS untuk disahkan dan dilakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan P3-TGAI.

[***]

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya