Berita

Hukum

Waketum Gerindra: Sudah Tepat Manulife Dilaporkan Ke Polisi

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 13:40 WIB | LAPORAN:

Langkah ahli waris pemegang polis atas nama almarhum S.K Johny, Johan Solomon yang melaporkan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia ke Bareskrim Polri dinilai tepat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan, Manulife bertindak  kriminal karena meragukan kematian almarhum Johny sehingga pencairan klaim pertanggungjawaban jadi sulit.

"Dilaporkan ke polisi sudah cara yang tepat," tegas Arief saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/11).


Karenanya, dia mendesak pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan Johan tersebut.

"Jangan dihentikan penyidikannya kecuali ada hal perdamaian antara kedua belah pihak," lanjutnya.

Namun jika benar adanya dugaan wanprestasi Manulife maka ini menjadi tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tentu saja ini harus jadi catatan bagi OJK untuk bisa mengetahui persoalan yang terjadi di Manulife. Sebab OJK punya tugas mengawasi isntitusi keuangan yang menghimpun dana publik," jelasnya.

Pihak Manulife sendiri tidak bisa mengeyampingkan persoalan ini. "Manajemen Manulife juga harus peduli dengan kasus ini. Sebab bisa kemungkinan ada pratek perusahaan asuransi dalam asuransi yang dilakukan oleh oknum," tukasnya.

Awal perkara ini, ketika terbit Polis Asuransi Jiwa Manulife atas nama S.K Johny pada 30 Oktober 2014 dengan ketentuan pembayaran premi per tahun sebesar 27.664 dolar AS dan uang pertanggungan sebesar 500 ribu dolar AS. Hampir dua tahun berjalan, tepatnya Selasa 11 Oktober 2016, pemegang polis atas nama S.K Johny wafat.

Johan Solomon adalah kakak dari almarhum. Selaku ahli waris, pada 17 Oktober 2016, ia mendatangi Kantor PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di Sampoerna Strategic Square, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, untuk mengurus kepentingan pengajuan klaim asuransi. Johan memenuhi seluruh persyaratan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Ketentuan Umum Polis Pasal 10 ayat 10.2, huruf a juncto UU 40/2014 tentang Perasuransian. Tapi ketika mengurus klaim, pihak Manulife meragukan kematian yang dianggap fiktif dan banyak tuduhan dari Manulife agar mempersulit pencairan klaim pertanggungjawaban itu.

Pada tanggal 21 Agustus 2017, Manulife secara resmi mengeluarkan surat yang intinya menolak seluruh klaim yang seharusnya menjadi hak ahli waris. Dalihnya, almarhum selaku pemegang polis telah memberikan keterangan yang tidak benar. Anehnya, pihak Manulife malah meminta Johan selaku ahli waris untuk menandatangani formulir pengembalian premi yang sudah dibayarkan oleh pemegang polis selama dua tahun.[wid]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya