Berita

Hukum

Selamatkan Aset Negara, KAI Koordinasi Dengan KPK

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 10:49 WIB | LAPORAN:

Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat pagi (3/11).

Jurubicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, kedatangan elit perusahaan jasa transportasi plat merah itu dalam rangka berkoordinasi dengan pimpinan KPK terkait penyelamatan dan penertiban barang milik negara.

"Pagi ini, PT Kereta Api Indonesia berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi  untuk kebutuhan penyelamatan dan penertiban barang milik negara," kata Febri kepada wartawan.


Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro; Direktur Aset Tanah dan Bangunan KAI, Doddy Budiawan; Sekretaris Perusahaan KAI, Dariadi; Deputi Direktur Aset Tanah dan Bangunan KAI, Bimo Poerwadi; dan Kepala Hubungan Masyarakat KAI Agus Komarudin.

Kedatangan Edi dan jajarannya disambut langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardjo.

"Ketua KPK Agus Rahardjo dan ditemani dua wakilnya, Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang. Hadir juga Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan," papar Febri.

Febri menjelaskan, koordinasi antara KPK dan KAI dilakukan untuk menyampaikan progress penyelesaian permasalahan aset tetap milik perusahaan BUMN tersebut.  Di antaranya penguasaan sejumlah aset-aset KAI oleh pihak lain.

"Karena hal tersebut merupakan aset negara maka KPK tentu perlu membantu. Kegiatan penyelamatan aset negara ini juga dilakukan untuk sejumlah institusi lain," pungkas Febri.

Hingga berita ini dilaporkan pertemuan antar kedua pihak masih berlangsung.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya