Berita

Agnes Marcellina/Dok

Publika

Hotel, Spa & Entertainment Alexis

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 06:46 WIB

TEMPAT-tempat hiburan di kota kota besar bukan hanya satu atau dua buah tetapi menurut informasi cukup marak dan jumlahnya kalau dihitung bisa sangat banyak. Tempat tempat tersebut dikemas dengan nama panti pijat, spa, salon, karaoke dan lain lain tetapi tidak sedikit yang di dalamnya menyediakan hiburan asusila.

Kebetulan selama 17 tahun saya berkecimpung di dunia usaha yang didominasi oleh hampir semuanya laki laki. Usaha saya adalah sebagai broker di bidang perikanan dan kerap mendapatkan kunjungan pembeli dari luar negeri.

Awal-awal dalam melakukan usaha ini, partner bisnis saya dari Korea menyukai hiburan karaoke dan minuman keras  sehingga 17 tahun yang lalu mau tidak mau saya sering mengunjungi tempat karaoke saat dia berkunjung ke Jakarta atau pun kota-kota lain di Indonesia.  Saya tidak pintar menyanyi dan mungkin juga kurang suka menyanyi karena menyadari bahwa suara saya sama sekali tidak merdu saat bernyanyi.


Biasanya ditemani oleh pemilik pabrik sebagai suatu usaha menjamu importir tersebut agar membeli barang mereka. Di tempat karaoke saya hanya menjadi penonton karena tidak mau menyanyi dan tidak mau minuman keras dan saya terus berkomitmen dengan hal tersebut karena profesionalisme buat saya menjadi modal utama dalam bekerja. Saya bukan entertainer sehingga merasa tidak berkewajiban untuk meng-entertained pembeli.

Terus terang saat melihat suasana di tempat hiburan malam seperti itu, saya miris sekali melihat perempuan-perempuan muda ber-make up sangat tebal yang dipajang seperti boneka dalam ruangan berkaca kemudian laki laki memilih mereka. Atau mereka masuk ke dalam ruangan berbaris dan dipilih, yang tidak terpilih meninggalkan ruangan. Saya merasakan suasana pelecehan betul terhadap status perempuan.

Saya tahu bahwa ada juga dari mereka yang merupakan korban human trafficking, ada juga yang ingin mencari uang dengan mudah, ada yang terpaksa harus bekerja disitu untuk membantu keluarga dan sulit mencari pekerjaan di tempat lain dan sebagainya.

Setelah usaha saya mapan dalam membina hubungan bisnis dengan clients, lama-lama saya mencari alasan untuk tidak ikut bergabung saat waktunya hiburan malam. Hanya sampai makan malam, kemudian saya pulang dan meminta kawan laki laki atau pemilik pabrik untuk melanjutkan sisa hari setelah deal bisnis di siang hari.

Ya benar bahwa di tempat-tempat seperti itu, tempat seperti Alexis telah terjadi transaksi yang boleh kita sebut asusila tetapi mungkin dalam versi mereka sebutannya menjadi lain lagi tetapi intinya ada transaksi seksual. Mereka dibawa ke hotel tempat di mana tamu menginap. Saat itu beberapa tahun yang lalu tarif untuk perempuan Rusia/ Kroasia dan Eropa Timur seharga 5 juta rupiah per malam, perempuan Thailand dan China 3 juta rupiah dan perempuan Indonesia 2 juta rupiah.

Tempat lain yang terselubung adalah panti-panti pijat yang ada di daerah Mangga Besar.  Salon dan spa menyediakan pijat plus-plus, dilakukan di tempat tersebut dengan biaya yang relatif murah mulai dari 300.000 sampai 1.000.000 rupiah saat itu.  
Ada juga restoran di mana perempuan tanpa baju berbaring di atas meja. Di atas tubuhnya ditabur makanan-makanan yang akan dinikmati oleh para lelaki hidung belang tersebut. Ada juga di sebuah tempat hiburan di Jl. Gajah Mada di lantai 5 yang terdapat kolam renang, para pramusaji perempuan muda bertelanjang dan tidak memakai satu helai pakaian pun. Penjagaan di sana super ketat dan hanya anggota yang diperbolehkan masuk. Astaga….. ternyata bukan cerita di luar negeri saja yang menyediakan hiburan asusila tetapi di tempat yang sangat dekat dengan kita semua yaitu JAKARTA.

Semoga Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru Anies - Sandi dapat menertibkan lebih banyak lagi tempat tempat seperti Alexis dan menyediakan lapangan pekerjaan yang bersusila untuk para perempuan muda tersebut dan menggiring warganya menjadi sejahtera dan bahagia.

Sebagai seorang perempuan, ya betul saya merasa prihatin, miris dan terhina melihat hal hal nyata tersebut. Di satu sisi diharapkan perempuan untuk maju, berjuang dan setara dengan laki laki tetapi di sisi lain kita harus menghadapi kenyataan bahwa perempuan dieksploitasi, didiskriminasi dan yang terburuk adalah perempuan perempuan yang mau dirinya dilecehkan.

Saya, Agnes Marcellina menyerukan kepada perempuan-perempuan Indonesia untuk menjadi srikandi0srikandi yang tangguh, bermartabat untuk turut serta membangun bangsa ini dengan lebih baik dan beradab. Menjadi ibu sebagai pionir dalam keluarga yang mendidik anak-anaknya menjadi manusia Indonesia yang berkualitas. Salam Indonesia Raya.[***]


Agnes Marcellina
Kontak dana alamat penulis di redaksi


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya