Berita

Bisnis

Riset Nielsen: Pasar FMCG Indonesia 2017 Hanya 2,7 Persen

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 20:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pasar industri Fast Moving Consumer Good (FMCG) Indonesia menunjukkan perlambatan. Hasil riset The Nielsen Company menunjukkan FMCG tanah air tahun 2017 hanya 2,7 persen.

"Tahun ini FMCG hingga September mengalami perlambatan pertumbuhan di mana growth hanya mencapai 2,7 persen sedangkan rata-rata pertumbuhan normal tahunan mencapai 11 persen," demikian salah satu summery laporan Nielsen Oktober 2017 yang disampaikan Associate Director The Nielsen Company Indonesia Ernawati.

FMCG atau pasar barang konsumsi habis dipakai tahun 2017 mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 7,7 persen. Bahkan FMCG tahun ini, dalam catatan Nielsen, menurun tajam dibandingkan 2014 dan 2015 yang tumbuh 10,5 persen dan 11,5 persen. Nielsen juga mencatat selama lebaran 2017 pertumbuhannya hanya 5 persen padahal di tahun sebelumnya 13,4 persen.

Ada sejumlah faktor yang membuat pertumbuhan FMCG tahun ini hanya tumbuh 2,7 persen, sampai-sampai konsumsi mie instan, susu bubuk, kopi sampai minuman mengalami penurunan konsumsi. Diantaranya, pengurangan konsumsi di kelas menengah bawah sebagai porsi yang besar terjadi karena menurunnya takehome pay (THP/gaji total) dan kenaikan harga utility. Selain itu, kondisi ini menahan pembelian impulsif produk dan downsizing.

Sementara itu, masyarakat kelas menangah bawah mengalami kenaikan living cost (biaya hidup). Adapun kelas menengah atas, masih dalam laporan Nielsen, masih menuggu situasi dimana mereka hanya bertindak wait and see meskipun ada indikasi pengeluaran lifestyle cenderung terus tumbuh.

"Perlambatan pertumbuhan FMCG tahun ini bukan semata-mata dipengaruhi langsung oleh bertumbuhnya e-commerce di Indonesia. Untuk core products FMCG e-commerce hanya mencapai kurang 1 persen dibandingkan dengan penjualan offline secara total," demikian summery lainnya dalam laporan Nielsen. [sam]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya