Berita

SPBU Vivo/Net

Politik

BBM Murah Orang Kuat

SELASA, 31 OKTOBER 2017 | 09:20 WIB | OLEH: SYAFRIL SJOFYAN

TERBETIK berita pemerintah melalui Menteri ESDM meresmikan depot BBM Murah RON 89 harga lebih murah dari harga premium yang dijual Pertamina.

Bagi pihak konsumen peresmian depot oleh Menteri pasti disambut gembira, namun pertanyaannya kenapa bisa harganya lebih murah? Kenapa Pertamina harganya lebih mahal walaupun sudah disubsidi, ada apa dengan Pertamina.

Pertanyaan tersebut mengelitik bagi saya sebagai pengamat, tentunya pertanyaan harus ada jawabannya.


Jika Pertamina menjual lebih mahal selama ini, logika bisnisnya Pertamina mempunyai keuntungan lebih besar, sekarang dengan adanya swasta yang menjual murah, Pertamina tak perlu lagi mengadakan dan menyalurkan BBM Premium yang harganya ternyata lebih mahal, karena akan kalah dengan swasta, tinggal menyerahkan saja kepada swasta untuk jual BBM PSO, rakyat senang mendapatkan BBM berkualitas lebih baik.

Orang Kuat

Dari info yang saya peroleh swasta tersebut adalah SPBU Vivo milik anak perusahaan minyak asing Vittol,  perusahaan dari Belanda berpatner dengan "orang kuat" di Indonesia dan tokoh yang selama ini dikenal sebagai 'si raja minyak' di zaman Petral, disebut-sebut juga bergabung kakak seorang menteri di Kabinet Kerja.

Sebenarnya pertanyaan belum bisa terjawab secara tuntas, muncul lagi pertanyaan berikutnya kenapa trader swasta asing buka SPBU saja didukung dan diresmikan oleh seorang Menteri ESDM IGN Jonan. Dipihak lain pengolahan minyak mentah dengan kilang mini (mini refinery) yang dimiliki pengusaha asli Indonesia (bukan asing) membayar pajak dan mempunyai dampak lebih sosial dan ekonomi kepada daerah setempat, malah di hajar terus dan tidak mendapatkan dukungan sebagaimana SPBU vivo yang diresmikan seorang Menteri.

Padahal kilang mini swasta milik putra Indonesia berproduksi bisa juga menjual lebih murah, tetapi malah selama ini mendapatkan tekanan yang luar biasa. Jika dikaitkan dengan pertanyaan awal, ternyata banyak pihak yang terganggu dengan kehadiran kilang mini, terutama adalah orang kuat yang mempunyai akses  istimewa terhadap kekuasaan.

Raksasa Dunia?

Kembali ke Pertamina bukankah janji pemerintah Jokowi akan menjadikan perusahaan tersebut menjadi raksasa dunia? Sampai sekarang belum terlihat kearah tersebut. Apakah sebaiknya pemerintah membebas tugaskan Pertamina untuk menjual BBM jenis Premium, dan membiarkan baik asing maupun kilang mini menjual Premium murah, secara adil tidak menganakemaskan pihak swasta asing beserta orang kuatnya.

Pertanyaan berikut yang harus juga mencari jawab adalah dengan dimunculkannya pihak swasta asing bersama orang kuat, apa disengaja untuk memperlemah Pertamina dengan merebut pasar dalam negeri, sehingga menjadi raksasa dunia menjadi sekadar mimpi.

Sepertinya jawaban sementara adalah terkait momen dimana konstelasi Indonesia sedang memasuki tahun politik, dimana lebih dari 200 pilkada serentak tahun 2018, kemudian pilpres, pileg dan pilkada serentak tahun 2019, membutuhkan dana politik luar biasa, sehingga kemunculan orang kuat tersebut dikarenakan bisnis minyak memutarkan dana triliunan dengan keuntungan mengiurkan.

Seperti dijelaskan di atas ada banyak pertanyaan tapi hanya sedikit jawaban, persepsi lain diserahkan kepada masing-masing pembaca. [***]

Penulis adalah pengamat kebijakan publik/tokoh pergerakan Gema 77-78

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya