Berita

Foto Sidang Suap Auditor BPK

Hukum

Kabiro Keuangan Bongkar Keterlibatan Sekjen Kemendes PDTT Di Kasus Suap

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 23:45 WIB | LAPORAN:

Kepala Biro Keuangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Ekatmawati mengakui bahwa ada dana urunan yang dikumpulkan dari pejabat kementerian setelah adanya pemeriksaan laporan keuangan tahun 2016 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurutnya, urunan uang itu diatur langsung oleh mantan Inspektur Jenderal Kemendes Sugito setelah adanya pemeriksaan laporan keuangan Kemendes tahun 2016 yang dilakukan BPK.

"Urunan duit dilakukan sekitar Mei 2017," jelasnya dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan terdakwa mantan Kepala Sub Auditorat III (BPK) Ali Sadli di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (30/10).


Ekatmawati dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi kasus pemberian suap kepada auditor BPK RI, Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli senilai Rp 240 juta terkait pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas laporan keuangan Kemendes PDTT tahun 2016 lalu.

Uang senilai ratusan juta itu diduga berasal dari urunan para pejabat kementerian yang dipimpin oleh politisasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Eko Putro Sandjojo itu.

Nah, salah satu tugas Ekatmawati adalah melaporkan hasil patungan para pejabat Kemendes PDTT untuk operasional kegiatan di daerah dan melaporkan hasil patungan yang dilakukan Mei 2017 untuk dua auditor BPK itu.

Semua tugas itu diakui Ekatmawati dilaporkan ke Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi yang juga dihadirkan sebagai saksi dalam sidang yang sama.

"Dua-duanya saya laporkan ke Pak Sekjen (Anwar Sanusi) saat rapat rutin biro. Saya sampaikan ada rapat untuk operasional," jelas Ekatmawati.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengakui ada percakapan antara dirinya dengan Inspektur Jenderal Kemendes PDTT, Sugito mengenai dana talangan melalui pesan WhatsApp. Namun dia mengaku tak tahu pasti dana apa yang dimaksud oleh Sugito. [nes]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya