Berita

Menpora Berharap Pecatur Sumbar Go Internasional

MINGGU, 29 OKTOBER 2017 | 23:29 WIB | LAPORAN:

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi membuka Liga Catur Mahasiswa dan Launching Liga Catur Nagarai se-Sumatera Barat, Minggu (29/10) siang di Gedung Pramuka, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (29/10).

Menpora berharap liga catur di Sumatera Barat bisa berkembang.

"Saya mengapresiasi liga catur mahasiswa ini. Hal ini  merupakan ajang pencarian pemain catur berbakat yang bisa diorbitkan dan mendapat sentuhan pelatihan untuk menjadi juara baru di dunia percaturan tanah air maupun internasional. Maka perlu kiranya lomba catur seperti ini untuk sering-sering digelar," jelasnya.


Menpora juga mengimbau semua peserta yang hadir untuk  menyebarkan dan memviralkan event-event seperti ini agar temen-temen yang lain termotivasi  untuk berolahraga, terutama olahraga catur.  "Jadikan Olahraga sebagai gaya hidup, karena olahraga sangat menyehatkan dan menyenangkan," ujarnya.

Sementara itu, Inisiator liga catur Mahasiswa, Febby Datuak Bangso mengatakan, dengan digelarnya liga catur antar mahasiswa ini dapat menggairahkan kembali olahraga catur di Sumbar. Karena selama ini kita merasakan peminat untuk bertanding catur dirasakan masih kurang.

Dia menjelaskan, LCN 2017 Sumbar selain back-up full Kemendes PDTT, juga bekerja sama dengan Kemenristek Dikti dan Kemenpora. "Target kita tercatat dan memecahkan Rekor MURi, dimana teknisnya panitia bekerjasama dengan Percasi Sumbar,” ujarnya.

Liga catur nagari ini akan dilaksanakan di 1.148 warung atau lapau pada 1.148 nagari atau desa, yang dilaksanakan secara serentak. Konsep satu nagari setiap warung akan dilaksanakan pertandingan catur. Para peserta berasal dari mahasiswa di Sumbar dilaksanakan selama dua hari dengan memperebutkan total hadiah Rp 50 juta.

Dalam liga catur ini, kesemua peserta akan berlomba dalam kategori chess Swiss perorangan yang bertanding dalam sembilan babak. Dari sembilan babak tersebut kesemua pecatur masing-masing kategori bertanding dengan intensitas kemenangan terbanyak dianggap sebagai juara pertama. [sam]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya