Berita

Foto: Repro

Hukum

Kampanyekan Antikorupsi, KPK Remake Naskah Sumpah Pemuda

JUMAT, 27 OKTOBER 2017 | 08:20 WIB | LAPORAN:

Sebagai bentuk kampanye anti korupsi sekaligus memperingati Sumpah Pemuda, 28 Oktober, KPK remake naskah sumpah pemuda yang pernah dibuat angkatan Budi Utomo tahun 1928.

Naskah yang kental dengan ajakan anti korupsi itu ditujukan agar generasi muda peduli terhadap persoalan korupsi di Indonesia. Juga menjauhkan diri dari sikap korupsi.

Berikut teks sumpah pemuda versi KPK,


1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu,
Tanah air Indonesia yang bersih dari korupsi!

2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu,
Bangsa Indonesia yang benci pada koruptor!

3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan,
Bahasa Indonesia yang anti korupsi!

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menyampaikan Sumpah Pemuda sangat perlu diperingati karena merupakan bagian dari cikal bakal lahirnya bangsa Indonesia.

"Pemuda-pemudi dan seluruh rakyat Indonesia wajib untuk mengenang jasa para pejuang dan pemersatu bangsa agar kita tidak salah arah dalam melanjutkan perjuangan mereka," kata Laode melalui pesan tertulisnya, Jumat (27/10).

Sebagai bentuk pelaksanaan Sumpah Pemuda, kata Laode, generasi muda Indonesia perlu mengetahui dan menjauhkan diri dari korupsi. Dengan ikut terlibat dalam kampanye, pendidikan, dan pemberantasan korupsi.

Hal tersebut, lanjutnya, harus dimulai dari sendiri untuk tidak melakukan sikap koruptif, seperti tidak nyontek di sekolah dan perguruan tinggi, tidak menyuap aparat pemerintah, dan menjauhkan diri dari konflik kepentingan.

"Ayo kita isi Indonesia yang mereka lahirkan dengan kerja keras dan ketulusan serta berusaha dengan sekuat tenaga untuk menciptan Indonesia yang makmur dan bebas dari korupsi yang membelenggu negeri," pungkasnya.[wid]

``

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya