Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

REKLAMASI JAKARTA

Agar Tidak Liar, Buka Hasil Pertemuan Di Rumah Prabowo

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 10:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Adalah hal biasa dan lumrah sesama elit melakukan pertemuan.

Demikian pandangan pengamat politik Said Salahudin menanggapi pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama pengembang reklamasi teluk Jakarta yang juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurut Said, pertemuan sesama tokoh, baik tokoh politik, akademisi, agama, budaya termasuk pebisnis adalah hal biasa.


Yang jadi persoalan adalah, apakah pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan tertentu, bertentangan dengan visi dari masing-masing pihak.

"Misalnya soal reklamasi itu, reklamasi dilanjutkan? Sejauh ini dari informasi dan pemeberitaan, kan tidak. Pertemuan itu disebut hanya sebatas makan siang dan silaturrahmi saja," sebut Said kepada redaksi, Kamis (26/10).

Namun demikian, Said meminta kepada pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan itu sebaiknya menyampaikan hasil pertemuan kepada publik.

"Agar tidak liar dan tidak muncul kecurigaan, ada baiknya dibuka saja, apa sesungguhnya hasil peteramua itu. Dengan begitu dahaga publik terjawab," ungkapnya.

Terakhir, lanjut Said - direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) ini, hasil pertemuan itu dengan sendirinya akan terjawab dengan dua tanda.

Pertama, apakah akan ada pertemuan lanjutan. Kedua, apakah Anies-Sandi berubah sikap soal reklamasi.

Anies mengaku pernah mengikuti pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan bos-bos pengembang reklamasi Jakarta, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Agustus 2017.

Pada pertemuan itu, Anies menegaskan tidak ada intervensi atau tekanan apapun terkait proyek reklamasi. Dia juga menegaskan tidak ada kesepakatan apapun dengan pengembang. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya