Berita

Mukhaer Pakkanna/Net

Politik

Kaum Akademisi Dan Pergerakan Harus Bergerak Bersama-sama Tolak Reklamasi

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 10:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sikap ngotot Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terhadap keputusan melanjutkan mega proyek reklamasi teluk Jakarta harus dilawan.

"Bukan semata wacana, tapi harus dengan pressure," kata Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) Dr. Mukhaer Pakkanna kepada redaksi, Senin (24/10).

Perlawan yang dimaksud Mukhaer bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, perlawanan dilakukan oleh kaum akademisi lewat kajian-kajian dan pernyataan resmi masing-masing institusi.


Kedua, perlawanan dilakukan oleh kaum pergerakan. Para nelayan dibantu mahasiswa bisa melakukan gerakan massa melawan Menko Luhut yang menagnggap dirinya paling benar.

Khusus akademisi, jelas Mukhaer, sudah ada beberapa kampus termasuk simpulan alumni yang sudah bergerak. Seperti, UI, IPB, ITB, Undip dan UNS.

"Saya berharap, Muhammadiyah yang memiliki banyak kampus juga ikut melakukan pressure," ungkapnya.

Menurut Mukhaer, reklamasi Jakarta hanya akan melipatgandakan keuntungan bagi para pemilik modal raksasa dan kaum berada bukan masyarakarat Jakarta, bukan kaum nelayan yang selalu dijerat lingkaran setan kemiskinan. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya