Berita

Nasaruddin Umar/Net

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (82)

Mendalami ‘Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab’: Menghindari Kekerasan Berbasis Gender: Kekerasan Akibat Perceraian

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 09:27 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

PERCERAIAN atau thalak salah satu problem sosial yang banyak merugikan kaum perempuan. Bahkan sering dikatakan jika terjadi perceraian maka akan terjadi orang-orang miskin baru di dalam masyarakat yaitu perempuan (istri) dan anak-anak. Perempuan yang menjadi janda pada umumnya akan menjadi miskin karena selain status janda itu sendiri terkesan perem­puan kelas dua. Kemana-mana pergi sering­kali merasa serba salah. Berdandan salah karena dinilai akan menggoda suami orang lain. Tidak berdandan juga salah karena bisa berarti menutup peluang calon pendamping hidup baru. Kerja juga serba salah. Tidak kerja berarti sulit memberikan kehidupan layak bagi diri dan anak-anaknya. Bekerja juga kadang serba salah, apalagi kalau pulang malam. Se­mentara harta kekayaan keluarga seperti har­ta-harta tidak bergerak misalnya tanah dan rumah masih atas nama suami. STNK kend­araan juga atas nama suami. Belum lagi de­posito dan saham berharga yang ada di ma­na-mana menjadi atas nama suami.

Sangat berbeda dengan laki-laki kalau menjadi duda. Duda dan jejaka hampir sama. Duda seolah-olah tidak pernah salah dan disalahkan di dalam masyarakat. Meskipun nyata-nyata yang menjadi biang perceraian adalah sang laki-laki (suami). Suami seperti­nya tidak punya bekas kalau dirinya sebagai duda. Ia tidak pernah mengandung dan mela­hirkan. Ia juga tidak punya perubahan apa-apa pada dirinya. Dia bisa mengaku jejaka di mana-mana. Bahkan dengan tenang bisa mengaku tidak pernah punya istri dan anak, karena anak dengan susah payah dibesar­kan dan dipelihara oleh sang ibu. Semakin banyak peristiwa perceraian semakin besar jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Mungkin itulah sebabnya Nabi pernah mengingatkan: "Talak adalah sesuatu yang halal tapi paling dibenci Tuhan". Institusi talak atau perceraian belum banyak tersentuh pembaharuan di dalam kitab-kitab fikih, mau­pun hukum dan perundang-undangan di neg­eri kita.

Perceraian saat ini sudah sampai pada saat yang amat memprihatinkan. Dalam setahun di antara dua juta perkawinan terjadi 200.000 perceraian. Ini artinya setiap 10 perkawinan terjadi satu perceraian.


Data-data perceraian didominasi oleh pasangan usia keluarga muda/baru. Ini lebih berat lagi karena social cost janda muda leb­ih kompleks dari pada janda berumur. Janda muda lebih rawan fitnah dari pada janda tua. Janda muda lebih berpotensi menimbulkan masalah baru pada pasangan normal lainnya di dalam masyarakat. Unsur manusiawi ada pada diri seorang janda yang masih mengh­endaki pendamping hidup. Perempuan yang sudah menjanda apalagi punya anak, sulit sekali mengharapkan calon pasangan baru dari kaum jejaka. Akibatnya lebih jauh, banyak di antara mereka memilih untuk menjadi istri kedua atau perempuan simpanan. Pasangan seperti ini lebih banyak melakukan nikah siri, atau perkawinan tidak tercatat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya