Berita

Gemma Rose/Net

Olahraga

Spastic Quadriplegia Bukan Hambatan Bagi Gemma Rose Ukir Prestasi

SELASA, 24 OKTOBER 2017 | 12:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mengidap penyakit spastic quadriplegia atau gangguan gerakan yang disebabkan oleh cidera pada otak sejak ia lahir, bukan menjadi hambatan bagi Gemma Rose Foo untuk mengukir prestasi.

Gadis cantik berusia 21 tahun yang tidak mudah menyerah dan berprestasi itu bahkan berhasil menjadi sosok inspiratif.

Mahasiswa jurusan Media dan Komunikasi The Management Institute of Singapore (MIDS) itu adalah bagian dari tim atlet paralimpiade Singapura ini. Dia mampu menyeimbangkan sukses di dunia pendidikan dan prestasi olahraga berkuda.


Teranyar, dia berhasil meraih juara pada kejuaraan Concours Para-Équestre de Dressage International (CPEDI3) di Uberherrn Linslerhof, Jerman.

Gemma Rose Foo yang Bertanding pada kategori freestyle dressage ata tunggang serasi diiringi musik, telah mengembangkan gerakan-gerakannya sendiri bersama dengan pelatih untuk ditampilkan kepada penonton. Bahkan kini ia bersiap untuk mengukir prestasi pada FEI World Equestrian Games (WEG) 2018.

Gemma mengaku mulai berkuda sejak masih berumur 8 tahun. Kegiatan berkuda awalnya dilakukan untuk terapi membantu memperbaiki kondisinya.

"Saya mulai perjalanan ini (berkuda) sejak 12 tahun yang lalu sebagai bentuk terapi. Sekarang, saya bersyukur dengan pencapaian dan prestasi saya dalam 6 tahun terakhir ini dalam bidang berkuda," ujarnya atlet yang telah berpartisipasi dalam Paralimpiade tahun 2012 dan 2016 itu, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/10).

Turnamen World Equestrian Games (WEG) akan berlangsung selama dua minggu pada bulan September 2018 di Tyron International Equestrian Centre, Mill Spring, Carolina Utara.

Turnamen ini diselenggarakan setiap empat tahun  sekali dan dianggap sebagai turnamen yang sangat penting dalam kalender equestrian (olahraga berkuda) dunia. Tahun depan, diperkirakan para peserta dari 70 negara akan mengikuti kompetisi ini dan dihadiri oleh sekitar 500 ribu penonton.

"Pada akhirnya, saya berharap untuk memenangkan medali," ujar Gemma saat ditanya apa yang menjadi harapannya untuk WEG 2018.

“Saya masih harus banyak belajar untuk membangun pengalaman saya. Oleh  karena itu, saya akan terus mendorong diri saya untuk mencapai puncak karir,” ucap Gemma.

Selain berkuda, Gemma saat ini juga sedang menyelesaikan studinya di jurusan Komunikasi Massa di MDIS, salah satu jurusan yang mendapat penghargaan dari universitas ternama, yaitu Oklahoma City University di Amerika Serikat. Ia melanjutkan studi diploma yang sebelumnya ia juga ambil di MDIS.

Gemma bercita-cita, kelak bisa menjadi penulis lepas atau penulis buku-buku fiksi dan biografi tentang dirinya menghadapi berbagai tantangan untuk mencapai kesuksesan dalam perjalanan hidupnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MDIS Dr R Theyvendran memastikan bahwa pihak kampus telah berkomitmen untuk membimbing dan mengarahkan setiap siswa agar mencapai potensi mereka sepenuhnya. Dalam kasus ini, MDIS mendukung terhadap apa yang menjadi keinginan Gemma dan menyeimbangkannya dengan kurikulum pendidikan yang ia tempuh.

"Tekad Gemma untuk mengahadapi berbagai macam tantangan dan meraih peluangnya merupakan contoh dari prinsip yang dimiliki oleh MDIS. Ia merupakan inspirasi bagi teman-temannya," tutupnya. [ian]

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Giliran Bendahara KONI Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:40

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

UPDATE

Harga Emas Meroket di Tengah Perang Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 08:14

Bareskrim Tangkap Kurir Bandar Narkoba Koh Erwin di Riau

Senin, 02 Maret 2026 | 08:02

Serangan Balasan Iran Guncang Pasar Global, Futures Wall Street Anjlok

Senin, 02 Maret 2026 | 07:46

Dampak Perang Iran Meluas, UEA Hentikan Perdagangan Saham

Senin, 02 Maret 2026 | 07:32

Pengasuh asal Filipina Tewas Dihantam Rudal Iran di Israel

Senin, 02 Maret 2026 | 07:18

UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Digempur Rudal Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 07:04

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Polisi Terbitkan Dua DPO dalam Kasus Peredaran Narkoba di Bima

Senin, 02 Maret 2026 | 06:45

Telkom Solution Raih Penghargaan Atas Pengelolaan Komunikasi Bisnis

Senin, 02 Maret 2026 | 06:29

Indonesia Seharusnya Punya Naluri Anti-Kolonialisme dan Imperialisme

Senin, 02 Maret 2026 | 05:51

Selengkapnya