Berita

Foto/Net

Bisnis

AP II Gaet BPN Bebaskan Lahan 21 Hektar Di 3 Desa

Kebut Pembangunan Operasional Runway Ketiga
SELASA, 24 OKTOBER 2017 | 09:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Angkasa Pura II (Persero) mengklaim proses pembebasan lahan untuk pembangunan lan­dasan pacu (runway) ketiga di Bandara Internasional Soekar­no-Hatta baru seluas 70 hektare (ha) dari total kebutuhan lahan mencapai 216 ha.

Direktur Utama AP II Muham­mad Awaluddin mengatakan, pihaknya baru saja menyelesai­kan pembebasan lahan seluas 21 ha terdiri dari 171 bidang di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, Banten, tepatnya berlokasi di tiga desa yaitu Desa Bojong Renged, Benda, dan Selapang Jaya.

Menurutnya, dalam proses pembebasan lahan tersebut, pihaknya telah mengikuti prosedur sesuai ketentuan yakni, penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), musyawarah dengan pemilik tanah, validasi data kepemilikan tanah, pembayaran uang ganti kerugian, sertifikasi, dan penyelesaian dokumen.


Apalagi, perseroan juga beker­ja sama dengan Tim Pembebasan Tanah dikepalai Badan Pertana­han Nasional (BPN). "Kami dan warga pemilik tanah bersama-sa­ma mengikuti prosedur sehingga semuanya dapat berjalan sesuai dengan koridor. Beberapa bidang tanah juga telah memasuki proses konsinyasi di Pengadilan Negeri sehingga pembangunan runway ketiga ini dapat dilakukan tepat waktu," ujarnya, kemarin.

Ia mengakui, selama ini pembebasan lahan untuk pem­bangunan runway di wilayah Tangerang mengalami kendala kesepakatan harga tanah antara yang ditawarkan pihak pengem­bang dan warga terdampak. Na­mun, pada akhirnya dilakukan penilaian ulang harga tanah.

Ia menjelaskan, runway ketiga dengan dimensi 3.000 x 60 meter persegi ini ditargetkan dapat mulai beroperasi pada tahun depan. Un­tuk pembangunan runway ketiga di bandara Soetta ini, total kebu­tuhan lahannya mencapai 216 ha. Kini, perseroan telah menguasai 70 ha dari sebelumnya hanya memiliki lahan seluas 49 ha.

"Hingga bulan ini, tambahan la­han yang dibebaskan 21 ha, maka lahan yang sudah dimiliki seluas 70 ha. Saat ini, proses musyawarah juga tengah dilangsungkan terh­adap pemilik tanah lainnya dan kami berharap dapat segera men­capai mufakat sehingga pembe­basan tanah cepat dilakukan," katanya.

Terakhir, perseroan melaku­kan musyawarah dengan warga desa Rawa Rengas pada 26-28 September 2017 dan 4-5 Okto­ber 2017 terhadap pemilik dari 571 bidang di mana sebagian besar telah menyatakan setuju atas nilai ganti kerugian yang ditawarkan, selanjutnya akan dilakukan musyawarah dengan warga desa Rawa Burung.

Ia menambahkan, khusus pengembangan di sisi udara, selain pembangunan runway ketiga, perseroan juga melaku­kan pembangunan infrastruktur pendukung pembangunan run­way capacity 86 atau IRC-86, pembangunan east cross taxi­way, dan perluasan apron guna mengakomodir sebanyak 114 pergerakan pesawat per jam.

Seperti diketahui, pembangunan runway ketiga termasuk pengembangan sesuai grand design Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam mening­katkan kapasitas sisi udara dan melengkapi pengembangan di sisi darat yang telah dilakukan yakni pembangunan Terminal 3, operasional Skytrain yang menghubungkan seluruh terminal, pembangunan stasiun kereta ban­dara, dan ke depannya revitalisasi Terminal 1 dan 2, pengembangan Cargo Village dan sebagainya.

Guna membebaskan lahan yang dibutuhkan untuk pengem­bangan runway ketiga, negara telah menyuntikkan modal pada perseroan melalui skema pe­nyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 4 triliun. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya