Berita

Hukum

KPK Blokir Sejumlah Rekening Berkaitan Suap Ketua DPRD Malang

SENIN, 23 OKTOBER 2017 | 15:05 WIB | LAPORAN:

Penyidik KPK masih menggelar pemeriksaan terhadap sejumlah anggota DPRD Kota Malang. Pemeriksaan terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Pemkot Malang tahun anggaran 2015.

Selain anggota DPRD, KPK juga periksa seorang staf Sekretaris DPRD Kota Malang. Pemeriksaan dilakukan di Polres Kota Malang.

"Hari ini, 23 Oktober 2017, penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap satu orang staf Sekwan dan lima anggota DPRD Kota Malang," kata jurubicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (23/10).


Penyidik juga telah memproses pemblokiran rekening tersangka sebagai bagian dari penanganan tindak pidana korupsi itu.

Sejak Rabu pekan lalu (18/10) hingga hari ini, KPK telah menjadwalkan pemeriksaan sekitar 35 saksi, yang 31 di antaranya adalah anggota DPRD Kota Malang. Unsur lain adalah mantan Sekretaris Daerah, Kepala Bidang dan staf Sekwan.

KPK masih mendalami informasi dugaan penerimaan uang "pokir" terkait pengesahan APBD-P TA 2015 oleh sejumlah pihak. Dalam komunikasi untuk pemberian suap itu, anggota DPRD menggunakan istilah "pokir" atau pokok pikiran.

KPK sudah menjerat mantan Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono (MAW), sebagai tersangka.

Arief diduga menerima suap sebesar Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistyono yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya