Berita

Foto/Net

Bisnis

PTBA Bangun PLTU Mulut Tambang Sumsel 8

Benamkan Investasi Rp 22,9 Triliun
SENIN, 23 OKTOBER 2017 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) melalui anak usahanya PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) bersama PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) bakal membangun PLTU (Pem­bangkit Listrik Tenaga Uap) Mulut Tambang Sumatera Sela­tan (Sumsel) 8 pada pertengahan Tahun 2018.

Direktur Utama PTBA Arvi­yan Arifin mengatakan, pihaknya telah menandatangani amande­men Power Purchase Agreement (PPA) PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 berkapasitas 2 x 620 MW (mega watt) dengan PLN.

"Rencananya pertengahan Tahun 2018 mulai konstruksi, untuk unit I kira-kira selama 42 bulan dan unit II selama 45 bulan. Harapannya, bisa beroperasi se­cara komersial (Commercial Op­eration Date/COD) pada Tahun 2021 untuk unit I dan 2022 untuk unit II," ujarnya, di Jakarta.


Ia menjelaskan, PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 merupakan bagian dari megaproyek 35.000 MW dengan PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) sebagai Independent Power Procedur (IPP) yang merupakan konsor­sium PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan China Huadian Hong­kong Company Ltd.

Menurutnya, dalam amande­men PPA ini terdapat beberapa perubahan dari rencana semula yakni, listrik dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 yang semula akan dialirkan ke Jawa meng­gunakan High Voltage Direct Current (HVDC), kini dialirkan untuk Sumatera grid menggu­nakan jalur transmisi extra high voltage 500 kV.

"Perubahan ini karena kebutu­han listrik di Jawa dinilai sudah cukup, sehingga listrik dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dialihkan untuk kebutuhan listrik Sumatera," katanya.

Selain itu, termasuk dalam perubahan tersebut, HBAP juga akan membangun jalur transmisi dari PLTU Sumsel 8 ke gardu in­duk PLN di Muara Enim sejauh 45 kilo meter (km). Sehingga, dengan adanya penambahan jalur transmisi ini, otomatis me­nambah total investasi yang dikeluarkan perusahaan.

"Nilai investasinya total men­jadi hampir mencapai 1,7 miliar dolar Amerika Serikat (setara Rp 22,9 triliun). Karena selain ter­dapat perubahan transmisi dari sebelumnya ke Jawa menjadi Sumatera, teknologi yang akan digunakan PLTU Mulut Tam­bang Sumsel 8 pun mengalami perubahan," jelasnya.

Menurut Arviyan, perubahan teknologi yang dimaksud, yakni teknologi yang sebelumnya akan digunakan adalah sub critical, berubah menjadi super critical sehingga menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Sementara itu, dari sisi kin­erja hingga kuartal III tahun ini, perolehan laba bersih perseroan telah melampaui target yang dipatok hingga akhir tahun sebesar Rp 2,41 triliun lebih besar dibanding 2016 sebesar Rp 2,02 triliun.

"Realisasi laba bersih hingga kuartal III sudah mencapai Rp 2,63 triliun, setara sembilan persen di atas target perusa­haan," katanya.

Meski demikian, pihaknya belum berencana untuk merevisi seluruh target kinerja, baik dari sisi keuangan maupun volume penjualan.

Ia menilai, dalam sisa waktu tiga bulan hingga akhir tahun, masih terdapat kemungkinan adanya perubahan kebijakan sep­erti dari China yang bisa membuat Harga Batubara Acuan (HBA) melambung tinggi, atau bisa seba­liknya membuat HBA anjlok.

"Selama itu juga segala ke­mungkinan bisa terjadi terutama dari China," katanya.

Untuk diketahui, PTBA me­nargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp 20,1 triliun, naik 43 persen dibanding pendapatan 2016. Realisasi pendapatan hingga kuartal III sudah sebesar Rp 13,22 triliun, atau setara seki­tar 65 persen dari target.

Sedangkan dari segi volume penjualan ditargetkan mencapai 23,17 juta ton di mana realisasinya hingga kuartal III-2017 baru sebesar 17,24 juta ton. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya