Berita

Foto: Humas Baznas

Bisnis

Baznas-Ditjen Pajak Kampanye ZIS Via Pelatihan Manajemen Zakat

MINGGU, 22 OKTOBER 2017 | 14:32 WIB | LAPORAN:

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersinergi mengampanyekan optimalisasi gerakan pengumpulan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS).

BAZNAS mengundang pembicara dari instansi terkait sebagai narasumber utama seperti pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

"Ini untuk meningkatkan pelayanan pengelolaan zakat di kementerian dan lembaga negara, BUMN dan swasta," ujar Kepala Divisi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas, Faisal Qosim di Jakarta, Minggu (22/10).


Dia menambahkan, pelatihan manajemen zakat diharapkan bisa membawa informasi dan semangat kebangkitan zakat di lingkungan pengelola UPZ.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini semakin menyadarkan umat menunaikan zakat ke lembaga resmi, sehingga upaya pengentasan kemiskinan di negeri ini lancar dan sukses," ujar alumni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, ini.

Dalam kesempatan tersebut, Syafatul Arief dari Subdit PPh Badan Direktorat Peraturan Perpajakan IImenyampaikan presentasi materi bertajuk "Perlakuan Perpajakan Terhadap Zakat". Kemudian, Kepala Subdit PPh Badan Ditjen Pajak Ary Festanto tampil dengan makalah "Zakat Pengurang Penghasilan Terkena Pajak".

Ary menjelaskan, regulasi telah mengatur bahwa zakat dapat dijadikan pengurang penghasilan terkena pajak.

"Ini bentuk rangsangan yang diberikan pemerintah agar masyarakat tergerak hatinya menunaikan zakat. Tapi harus diingat, para muzaki harus membayar zakat ke instansi legal sesuai undang-undang. Yaitu melalui lembaga yang diakui negara, diantaranya adalah Baznas," kata Ary.

Menurut dia, dengan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) saat membayar zakat melalui Baznas, maka bukti setornya bisa dijadikan instrumen pengurang penghasilan terkena pajak.

"Bukti pembayaran tersebut dilampirkan saat membayar pajak penghasilan, hal ini berlaku untuk perorangan dan badan," ucapnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya