Berita

Mahyudin/Net

Mahyudin: Pancasila Banteng Pertahanan Paham Radikal

SABTU, 21 OKTOBER 2017 | 19:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan saat ini banyak fenomena yang aneh-aneh di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Salah satunya dalam bidang agama, banyak sekali pemahaman yang sangat radikal.

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham tersebut mempersepsikan dan memahami agama dengan sangat sempit sehingga banyak berbenturan dengan masyarakat dan memunculkan aksi terorisme yang korbannya adalah rakyat.

"Hal tersebut adalah tantangan bangsa ini ke depan. Pemahaman nilai-nilai agama yang benar adalah benteng pertahanan menghadapi pemahaman yang salah dan radikalisme," katanya dalam acara Gebray Muharram 1439 H Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) DKI Jakarta, di Aula Ponpes Yatim As Syafi'iyah, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (21/10).


Acara yang bertema 'Dengan Spirit Muharam Kita Tingkatkan Kekuatan Moral dan Spiritual untuk Indonesia yang Berkeadaban' itu dihadiri Ketua BKMT DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, ratusan anggota BKMT se Jabodetabek dan ratusan santri Ponpes As Syafi'iyah Jakarta.

Pemahaman agama yang benar, lanjut Mahyudin, harus secara riil diupayakan dengan konsisten dan tidak kenal lelah oleh berbagai elemen masyarakat termasuk BKMT.

"Kita bersyukur elemen masyarakat seperti BKMT giat mengadakan pengajian-pengajian kepada umat di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Ditambahkan Mahyudin, MPR juga berupaya membangun karakter bangsa melalui pemahaman-pemahaman Empat Pilar MPR, yang di dalamnya ada Pancasila dan di dalam Pancasila ada sila pertama yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang bertuhan yang maha esa.

"Tantangan bangsa tersebut dan tantangan-tantangan bangsa lainnya, insyaallah akan hilang jika bangsa ini kembali memahami dan mengamalkan sila-sila dalam Pancasila. Jika benar-benar dipahami dan diamalkan maka Pancasila akan bisa menjadi benteng pertahanan terhadap paham-paham asing yang radikal," imbuhnya.

Tantangan bangsa lainnya yang patut diwaspadai, lanjut Mahyudin adalah dampak negatif globalisasi antara lain dampak media sosial. Di media sosial banyak sekali hal-hal negatif seperti kabar hoax, pornografi dan kekerasan.

"Saya berharap elemen masyarakat seperti BKMT ini yang anggotanya kebanyakan kaum ibu agar menjaga anak-anaknya dari pengaruh-pengaruh negatif tersebut. Bimbinglah putera dan puterinya agar taat agama dan berkarakter kebangsaan yang kuat," tukas politisi senior Golkar itu. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya